Mulai Terkuak, Proyek Pasar Kawangkoan Tak Berkwalitas

Inilah bebatuan yang tak berkwalitas yang diduga digunakan kembali kontraktor PT Dayana Cipta
Inilah bebatuan yang tak berkwalitas yang diduga digunakan kembali kontraktor PT Dayana Cipta
Kawangkoan, Fajarmanado.com – Sinyalemen pekerjaan proyek sarana pasar modern di Kawangkoan, Minahasa, tidak ber kualitas pekerjaan kini mulai terkuak.

Bebatuan hasil galian fondasi diduga keras hanya digunakan kembali atau ‘dikuburkan’ kembali di lokasi proyek beranggaran Rp.6,2 miliar lebih di kawasan Pasar Kawangkoan, Kelurahan Kinali Satu ini.

Pangamatan Fajarmanado.com, batu-batu galian yang terbentuk dari sendimen tanah tersebut, semula ditumpuk di bagian pojok-pojok lokasi pembangunan fasilitas pasar modern tersebut.

Namun tumpukan batu-batu kwalitas rendah itu kini tidak terlihat lagi. Sementara aktivitas pekerjaan telah memasuki tahap pembuatan dan perampungan pemasangan dinding, bahkan segera memasuki pemasangan rangka baja ringan bagian atas untuk pengatapan.

“Kami tidak pernah melihat ada aktivitas pengangkutan bahan di sini, kecuali menurunkan barang seperti batu, semen, besi dan material lainnya,” ujar warga setempat.

Dia pun menduga batu-batu bekas galian tersebut telah digunakan kembali sebagai bahan fondasi di bagian dalam bangunan terutama untuk landasan pasangan dinding.

“Kalau mereka gunakan untuk fondasi utama tentu saja dapat dilihat karena lokasinya masih terbuka, tapi kalau pada fondasi di bagian dalam tentu saja tidak terlihat orang lain,” katanya.

Tumpukan batu yang juga ‘menghilang’ di lokasi Proyek Pasar Kawangkoan
Tumpukan batu yang juga ‘menghilang’ di lokasi Proyek Pasar Kawangkoan

Pekansurya Masengi menyatakan telah lama mencurigai kemungkinan praktik seperti ini. “Makanya saya kesal sekali mengapa kontraktor tidak menggunakan orang kampung atau tenaga lokal,”  tukasnya.

Setiap proyek, katanya, telah diisyaratkan aturan untuk memriotaskan tenaga kerja lokal. “Kontraktor sengaja memasang tarif gaji di bawah agar tenaga kerja lokal tidak berminat,” jelas Banteng, sapaan akrab tokoh masyarakat Kawangkoan ini.

Dengan demikian, lanjutnya, kontraktor seenaknya mendatangkan orang luar agar mudah melakukan rekayasa, baik formula campuran maupun penggunaan material yang tidak sesuai bestek.

Sebulan setelah mulai dibangun awal Agustus lalu, proyek yang ditangani kontraktor PT Dayana ini mulai mendapat sorotan masyarakat. Kwalitas campuran spesi dinilai tidak sesuai bestek.

 “Formula campuran spesi yang digunakan untuk fondasi tampaknya tidak berkualitas. Lihat saja, hanya disentuh sedikit, spesinya langsung terlepas,” kata sumber sambil menendang pelan salahsatu bagian fondasi.

Pria yang mengaku tinggal di sekitar Pasar Kawangkoan ini, kemudian memunggut dan meremas bongkahan speci yang  terlepas.“Lihat saja, langsung hancur kan,” tambah pria yang enggan dikorankan namanya di lokasi proyek, Kelurahan Uner Satu, Kecamatan Kawangkoan,” Kamis (1/9) siang.

Selain itu, pemasangan fondasi juga kasat mata terlihat serong. Pak Handoko kemarin datang dan melihat ini. Dia marah-marah, makanya hari ini mulai diperbaiki,” komentar Jacky Rompas, pengawas proyek yang dipercayakan Handoko, Bos PT Dayana Cipta ini.

Mengenai batu-batuan bekas galian yang tidak berada lagi di tempat, Rompas mengatakan telah ditimbun kembali di lokasi proyek.

“Pak Ventje Mawuntu (Wakil Ketua DPRD Minahasa) juga sempat mempertanyakan hal ini. Penjelasan kepala bas telah ditimbun kembali,” katanya saat dihubungi, Rabu (5/10).

Mawuntu sendiri ketika dikonfirmasi hanya berkomentar singkat. “Ya, kata mereka telah ditimbun kembali di kawasan lokasi proyek,” ujarnya, Kamis (6/10).

(ely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *