FajarManado.News, Kawangkoan — Memasuki bulan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 81, Kawangkoan Ba Ombong di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) semakin bergeliat.
Tak hanya menawarkan berbagai menu makanan dan aneka kuliner khas daerah maupun nasional dan internasional, wahana hiburan pun semakin bertambah dan variatif sehinggi kian ramai saja.
Selain arena bermain anak-anak, seperti Odong-Odong, kolam memancing, mainan ezavator dan mobil-mobilan, kini muncul arena lomba ketangkasan.
Pantauan FajarManado.News, kini sejak Senin hingga Rabu pekan ini telah tersaji lomba line dance, makan kerupuk dan lari kelereng perorangan bagi anak-anak, maupun remaja, pemuda, dan orang dewasa.
Hebatnya lagi, berbagai lomba yang digelar di pelataran Terminal Tipe B Kawangkoan ini, digagas dan dilaksanakan secara swadaya oleh para pelaku usaha mikro kecil di Kawangkoan Ba Ombong.
“Cuma beking rame menyambut HUT RI ke 81 saja,” kata koordinator kegiatan, Brando Kahagi, pengusaha RotiBro didampingi owner menu makanan Bebek Langowan.
Karena itulah, penyelenggara tidak mematok uang pendaftaran kepada para pengunjung yang ikut lomba.
“Kalau pun ada uang pendafaran, hanya 5 ribu (rupiah). Itupun kami kembalikan sebagai hadiah pemenang,” ujarnya.
Kawangkoan Ba Ombong yang dikelola Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Esa Waya Kawangkoan ini, dibuka sejak Februari 2026.
Berlokasi di kompleks Taman Kota Kawangkoan, tepatnya di jalan 17 Agustus dan pelataran terminal, puluhan pengusaha mikro kecil menawarkan beragam menu khas kuliner.
Sesuai izin kepolisian, operasional kawasan khusus tersebut berlangsung setiap malam sampai Pukul 23.00 Wita atau jam 11 malam.
“Sebagai pengelola, kami memberikan ruang sebesar-besarnya kepada para pelaku usaha di sini berkreasi untuk menarik pengunjung sepanjang positif, tetap menjaga keamanan dan sesuai jam operasional Kawangkoan Ba Ombong,” komentar Direktur Bumdesma Esa Waya Kawangkoan, Drs Eddy F Ruata.
Dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke 81, katanya, berbagai ide dan gagasan banyak datang dari para pelaku usaha melalui WhatsApp Grup (WAG), intinya untuk meramaikan.
“Sepanjang positif, ya oke-oke saja. Perpersilahkan berkreasi, asalkan tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan pengunjung,” ujarnya didampingi Manajer Umum, Adrie Johan Masengi dan Pembantu Umum Meidy “James” Nayoan.
Kehadiran kawasan khusus kuliner di malam hari tersebut, terus menarik minat pengunjung, apalagi mulai hari Jumat sampai Minggu.
Didukung cuaca yang cerah, meskipun cuaca dingin disertai angin yang relatif kencang, kawasan kuliner khusus pada setiap malam ini terus dijubeli pengunjung.
Camat Kawangkoan, Stenly David Umboh, SSTP mengapresiasi adanya Kawangkoan Ba Ombong.
“Ini bagus sekali. Selain menjadi objek wisata baru, Kawangkoan Ba Ombong telah memberikan ruang usaha bagi pelaku usaha kuliner di Kawangkoan dan sekitarnya,” ujar jebolan STPDN/IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat ini.
Namun mantan Camat Tompaso ini mengharapkan agar pelaku usaha maupun pengunjung bersama-sama menjaga keamanan dan kebersihan dengan mengikuti petunjuk pengelola, yakni Bumdesma Esa Waya Kawangkoan.
Seperti diketahui, Bumdesma Esa Waya Kawangkoan adalah lembaga usaha milik desa dan kelurahan di Kecamatan Kawangkoan.
Sebagai badan usaha, sesuai regulasi Bumdesma Esa Waya yang merupakan transformasi dari pengelola dana PNPM ini, akan mempertanggungjawabkan kinerja usahanya melalui Musyawarah Antardesa/kelurahan setiap awal tahun.
“Jadi perlu saya tegaskan, Bumdesma hanya bisa melaporkan dan mempertanggungjawabkan semua usahanya melalui Musdes antardesa/kelurahan, bukan kepada pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas yang ditangani Bumdesma,” katanya.
[heru]