FajarManado.News, Jakarta — Venche Laloan sah menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kumpulan Mapalus Kawangkoan (DPP Kumawangkoan) Jabodetabek periode 2026–2030.
Venche dilantik menjadi Ketua Umum (Ketum) DPP Kumawangkoan Jabodetabek menggantikan Meiky Stevan Alling, SM, MM oleh MPA XIX Tahun 2026 dan diteguhkan para gembala dan pendeta, disaksikan Wakil Ketua Umum DPP Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) sekaligus Ketua Persatuan Olah Raga (POR) Maesa Jakarta, Fabian R Sarundajang, Sabtu siang, 1 Agustus 2026.
Pelantikan dan pengukuhan pimpinan organisasi “anak rantau” dari Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) tersebut, berlangsung sukses di Gedung BKOW Jl. Radin Inten II Duren Sawit Jakarta Timur dihadiri ratusan anggota dan para undangan.
Tersaji penuh kekeluargaan, rangkaian acara ikut ditandai penyerahan pataka oleh Ketum DPP Kumawangkoan periode sebelumnya kepada Venche Laloan, penandatanan berita acara serah terima dan dimeriahkan tarian khas Minahasa, Cakalele.
Venche Laloan dilantik menjadi Ketua Umum DPP Kumawangkoan Jabodetabek menggantikan Meiky Stevan Alling, SM, MM sesuai hasil Musyawarah Perwakilan Anggota (MPA) XIX di KGPM Johannes Depok, Jalan Pemuda No. 17, Depok, Jawa Barat pada 23 Mei 2026 lalu.
Eby, sapaan karib mantan Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Sulut, ini mengapresiasi semangat Mapalus atau gotong royong dan kebersamaan sekira 300 kepala keluarga anggota Kumawangkoan Jabodetabek selama ini.
Bahkan, di bawah kepemimpinan Ketum Meiky Alling, Eby menilai DPP Kumawangkoan sukses menggelar MPA ke 19 dan pelantikan pengurus terpilih periode empat tahun ke depan yang didesain panitia bernuansa adat Minahasa.
Ia meyakini, Kumawangkoan se Jadobetabek akan terus ekses menunjukkan kepedulian sosial baik terhadap sesama anggota maupun di kampung asal, Kawangkoan raya.
Oleh karena itu, putra kedua Gubernur Sulut dua periode, Alm. Sinyo Harry Sarundajang atau SHS ini mengingatkan pentingnya terus mempertahankan, bahkan meningkatkan soliditas.
Soliditas yang kuat yang dikonkretkan dengan saling topang menopang antar-anggota dan pengurus, katanya, akan menjadikan organisasi Kumawangkoan ini akan terus berdampak bagi warga Kawangkoan di Jabodetabek dan para simpatisan di rantau, dan juga warga di kampung halaman.
Terdaftar di Kemenkumham
Kumawangkoan adalah organisasi perkumpulan diaspora atau pendatang dari Kecamatan Kawangkoan, yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1962.
Sampai saat ini, Kumawangkoan, yang aktif menggelar kegiatan sosial dan pembangunan di kampung halaman dan membangun komunikasi dengan pemerintah, telah menyebar dan menjadi tujuh wilayah di kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).
Ke tujuh wilayah tersebut, terdiri dari, Tompola, Mawale, Tombara’an, Lewetan, Wawona, Ranowangko, dan Kuntung Mu’kur (Emung), nama-nama area perkebunan di wilayah Kecamatan Kawangkoan, yang sejak medio tahun 2010 dimekarkan menjadi tiga kecamatan ini.
Selain memiliki tujuh wilayah, organisasi yang telah terdaftar di Kemenkumham, terakhir dengan nomor No. AHU.000214.AH.01.08 Tahun 2022 ini, didukung lima organisasi Badan Pembantu. Antara lain, Kumpulan Tolong Menolong E’kumawangkoan, Pinaesaan E’kumawangkoan, Esanate, dan Pemuda Pinasungkulan.
MPA ke 19, selain memilih ketua sebagai tim formatur untuk menyusun pengurus, juga menetapkan anggota Badan Penasihat.
Ada sembilan tokoh yang dipilih. Mereka adalah Altje Rompas, Tina Bokau Asali, Tilly Bororing Masengi, John Pinontoan, Ramo Sumong, Yorie Rorimpandey, Maudy R. Tuwo, Ritje Waas Sarundajang, dan Heintje Liow.
Selain itu, juga ditetapkan tiga anggota Badan Verifikasi. Mereka adalah Fabianus Bernadi, Roy Poluakan, dan Maudy Pinontoan.
[heru]