Falsafah Mapalus Menggema di Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Senator Stefa Liow Apresiasi SBN

FajarManado.News, Jakarta — Pidato Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin pada Sidang Tahunan MPR RI, dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026 memantik simpati dan apresiasi dari warga Sulawesi Utara, khusus Senator Ir Stefanus BAN Liow, MAP.

Apresiasi Senator Stefa Liow ini, bukan karena Sultan Bachtiar Najamudin (SBN) adalah atasan atau pimpinan DPD RI saat ini.

SBANL, sapaan Senator Stefa Liow mengatakan, Falsafah Mapalus sempat menggema dalam Gedung Nusantara saat sidang bersama DPR RI dan DPD RI.

Dalam pidato pengantarnya, Ketua DPD RI, SBN mengangkat Falsafah di Tanah Minahasa Sulut yakni “Mapalus“.

Mendengar paparan SBN, Senator Stefa Liow, Anggota DPD RI Dapil Sulut, ini mengakui merasa sangat bangga karena budaya Mapalus, yang adalah semangat gotong royong dan kebersamaan warga nyiur melambai turun menurun, disentil bahkan dijadikan contoh oleh Ketua DPD RI dalam pidato pengantarnya tersebut.

Senator Stefa mengatakan, dalam pidatonya, Sultan Bachtiar Najamudin mengajak semua elemen bangsa untuk memperkuat persatuan sebagai modal dasar yang terbesar membangun bangsa yang kuat.

Sebagai contoh, kata Senator Stefa, SBN menyebut Falsafah budaya Mapalus di tanah Minahasa –yang kini berakar kuat pada masyarakat di Provinsi Sulut.

“Dalam demokrasi, kita boleh berbeda pandangan politik. Kita boleh berbeda pendekatan kebijakan. Tetapi kita tidak boleh berbeda dalam satu hal, menjaga dan mencintai Indonesia,” katanya.

SBANL yang juga Tim Kerja Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 ini kemudian mengutip apa kata Sultan Bachtiar Najamudin saat berpidato, sebagai berikut;

“Di tanah Minahasa, falsafah Mapalus hadir bukan sebatas tradisi gotong royong, melainkan sebuah etika kerja komunal yang menyatukan seluruh daya, waktu, dan pikiran demi kemaslahatan bersama. 

Nilai ke-mapalus-an ini membuktikan bahwa kemandirian sejati lahir dari kemitraan yang setara dan kesetiakawanan yang melampaui sekat sosial. Dari Sabang sampai Merauke, denyut kearifan seperti inilah yang menghidupi keutuhan Republik Indonesia.

Di atas semua perbedaan ada merah putih. Di atas semua kepentingan ada republik. Di atas semua kekuasaan ada kedaulatan rakyat.”

Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR/DPD RI yang mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tampak duduk i deretan kursi tamu kehormatan, antara lain, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin.

Selain itu, tampak hadir pula sejumlah duta besar negara sahabat, para pimpinan lembaga negara, serta para menteri Kabinet Merah Putih.

[heru]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *