DPP APDESI

Insentif Tak Jelas, Perangkat Kelurahan di Minsel Menjerit

Perangkat Kelurahan ‘Teriak’ Minta Insentif Dibayar, Rindengan: Tunggu APBD Perubahan
Sekretaris Daerah Pemkab Minsel, Drs Danny H Rindengan, MSi

Amurang, Fajarmanado.com – Perangkat kelurahan di Kecamatan Amurang, Amurang Timur dan Amurang Barat desak pemerintah untuk mencairkan dana insentif yang hingga pertengahan tahun 2017 ini belum dibayarkan. Pasalnya dana isentif tersebut sangat mereka butuhkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Menurut salah satu kepala lingkungan di kecamtan Amurang, dana insentif yang akan mereka terima memang tidak seberapa dibanding gaji dan dan tunjangan para pejabat yang duduk dikursi empuk, namun dana yang kecil tersebut sangat mereka butuhkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terlebih untuk membiayai anak sekolah yang dalam waktu dekat akan memasuki tahun ajaran baru.

“Kami ini garda terdepan masyarakat, tapi sayang kinerja dan pengabdian kami terkesan hanya dipandang sebelah mata. Insentif yang kami harapkan sebagai upah dari hasil kerja kami, sampai saat ini tak kunjung ada kejelasan.”ujar salah satu kepala lingkungan di kecamatan Amurang yang enggan namanya dipublikasikan, Kamis (8/6/2017).

Ia mengatakan, sebagai ujung tombak pemerintahan, mereka dituntut untuk menjalankan tugasnya dengan baik mengayomi dan melayani masyarakat, sementara disilain, haknya sebagai tak begitu diperhatikan pemerintah.

Katanya, kami memiliki keluarga dan tanggungjawab penuh kepada kepala kelurahan. Juga, bagaimana kami mau bekerja dengan baik, kalau pun dana insentif kelurahan belum dibayarkan.

“Kami berbeda dengan perangkat desa yang insentifnya sudah dianggarkan di ADD sehingga tidak ada lagi perangkat desa yang bermasalah dengan insentifnya. Untuk itu kami meminta agar pemerintah segera mencairkan tunjang insentif kami agar tidak terjadi kesenjangan antara perangkat desa dan kelurahan.”terangnya.

Ditambahkannya, jika dalam waktu dekat dana tersebut belum dicairkan, ia bersama seluruh perangkat kelurahan akan mendatangi kantor Pemkab Minsel untuk mempertanyakan kepastian pembayaran insentif perangkat desa tersebut.

“Kami sedang memikirkan bagaimana cara untuk ke kantor bupati Minsel. Sambil menunggu pembayaran insentif, terpaksa kami menjadi tukang ojek pangkalan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sekretaris Daerah Drs Danny H Rindengan, MSi ditemui belum lama mengatakan, dana insentif untuk perangkat kelurahan belum tertata di APBD, namun pihaknya berjanji akan membayarkan insentif seluruh perangkat desa.

“Memang dananya belum tertata di APBD 2017. Tapi, Pemkab Minsel tetap akan membayarnya. Dan pasti, menunggu APBD Perubahan 2017. Memang terlalu lama, tetapi kami janji akan membayarnya,’’kata Rindengan.

Rindengan memohon maaf atas keterlambatan pembayaran dana insentif kelurahan yang kini memasuki bulan keenam. ‘’Tapi, kalau menunggu APBD Perubahan 2017, pasti akan genap 12 bulan lamanya. Namun, berdoa saja siapa tahu akan ada solusinya dan bisa diselesaikan dengan baik,’’pungkas Sekda Rindengan.

Penulis: Andries Pattyranie

Editor : Joel Polutu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *