6 Bulan Beroperasi, Sekolah Olah Raga Kawangkoan Koleksi 71 Hadiah

6 Bulan Beroperasi, Sekolah Olah Raga Kawangkoan Koleksi 71 Hadiah
Drs Max Tumiwa, MPd
Tompaso, Fajarmanado.com – Sekolah Keberbakatan Olah Raga (SKOR) Kawangkoan, Minahasa, Sulut mampu menunjukkan eksistensi sebagai sekolah olah raga berprestasi di Indonesia Timur.

Meski baru memiliki 50 siswa dan beroperasi enam bulan, ternyata institusi yang lebih dikenal dengan Sekolah Olah Raga ini telah berhasil mengoleksi 71 hadiah.

“Ini adalah fakta, Anda lihat saja sendiri semua tropi, medali dan piagam di ruang kepala sekolah ini,” kata Wakil Kepala SKOR Kawangkoan, Drs Max Tumiwa, MPd kepada Fajarmanado.com, Jumat (16/12).

Di ruang kepala sekolah terpampang aneka tropi, piagam dan medali emas, perak dan perunggu dari lima cabang. Yakni, atletik, karate, pencak silat, tenis meja dan bulutangkis. “Jumlahnya sudah 71 hadiah,” ungkapnya.

Prestasi-prestasi tersebut diukir 50 siswanya pada berbagai ajang, baik di Sulawesi Utara maupun Gorontalo. Terakhir, tampil juara umum kejuaraan karate yang dilaksanakan Bupati James Sumendap di Ratahan, Kabupaten Mitra pekan lalu.

Mengapa hadiah-hadiahnya hanya dari lima cabang olah raga saja, Tumiwa mengatakan, karena tahun pertama dibuka, sekolah sederajat SMA (Sekolah Menengah Atas) ini baru menerima 50 siswa dan memfokuskan latihan masih untuk lima cabang olah raga tersebut.

“Sarana dan fasilitas kami masih sangat terbatas dan baru untuk lima cabang olah raga itu. Tahun depan kemungkinan besar akan bertambah dua cabang, yaitu voli dan basket,” ujar guru olah raga yang mantan atlet voli ini.

Rencana penambahan dua cabang ini, lanjut dia, seiring dengan telah rampung dibangunnya Gelanggang Olah Raga (GOR) pada areal lahan sekolah yang berada di kaki Bukit Emung, berseberangan dengan Stadion Kawangkoan ini pada awal Desember 2016 bar-baru.

“Dengan adanya GOR ini, tahun depan sudah bisa menerima siswa atlet basket dan voli,” tuturnya. “Tapi itu tergantung kebijakan atasan,” sambung Tumiwa.

Di kawasan lahan sekolah yang terletak di Desa Tompaso Dua Utara Kecamatan Tompaso Barat itu, tampak berdiri megah dan representatif GOR  1.200 meter persegi. Memiliki panjang 40 meter, lebar 30 meter dan tinggi sekitar 25 meter, tentu saja sangat layak dilengkapi dengan lapangan basket dan voli, apalagi tenis meja.

Mengenai kwalifikasi siswa yang diterima, menurut Tumiwa, minimal memiliki prestasi yang dibuktikan dengan tiga sertifikat juara di daerah asal masing-masing, selain tentu berbadan sehat yang dibuktikan dengan keterangan dokter.

“Itu yang jadi syarat utama. Tapi, untuk menjaga kemungkinan direkayasa, tetap akan diseleksi kembali sewaktu mendaftar,” katanya, sambil menunjuk salahsatu calon siswa asal daerah ini yang ditolak karena tidak menunjukkan prestasi sesuai dengan sertifikat yang dimasukkan.

Soal jenjang pendidikan lanjutan dari para lulusannya, Tumiwa mengatakan, pada dasarnya materi pembelajaran SKOR ini sama dengan SMA sehingga bisa meneruskan kuliah di perguruan tinggi mana saja.

“Yang membedakan, setelah jam pelajaran sebagaimana umumnya sekolah lanjutan umum, siswa kami mendapat gemblengan khusus olah raga sesuai potensi masing-masing. Kalau soal ijasah, sama dengan SMA,” ujarnya.

Kelebihan lain siswa sekolah keberbakatan, lanjut Tumiwa, tidak dipungut biaya atau gratis, termasuk makan minum dan asrama. “Semuanya ditanggung negara,” tandas Tumiwa.

(ely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *