FajarManado.News, Ratatotok — Polres Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara mengkonfirmasi perkembanhan terbaru kasus suami bunuh isteri yang terjadi di Kecamatan Ratatotok pada dini pagi awal pekan ini.
Api cemburu buta tersangka NM alias Noval tak kuasa padam sehingga nekat menghabisi nyawa isteri sahnya, Azzahra Dolo Lantung, 17 tahun. Padahal, Zha, sapaan korban ini, tengah dalam kondisi mengandung.
Kasat Reskrim Polres Mitra, AKP Lutfi Arinugraha Pratama, mengungkapkan pemicu utama tindakan nekat tersangka adalah rasa cemburu.
“Kalau keterangan dari TSK (Suami), isterinya itu ada hubungan dengan orang lain,” ungkap AKP Lutfi kepada wartawan di Ratahan, baru-baru ini.
Ia juga mengungkapkan jika korban dikabarkan sedang mengandung. “Isterinya itu sementara hamil, kami sementara dalami. Sekarang masih dilakukan autopsi,” ungkap AKP Lutfi.
Brutal
Soal penyebab korban meninggal, keterangan awal petugas medis, Zha meregang nyawa akibat lima luka tusukan senjata tajam (sajam) yang dihujamkan oleh Noval, suaminya yang usianya terpaut sekitar 11 tahun dengan korban.
Ke lima tusukan itu menyebar di beberapa bagian tubuh korban. Tiga di perut, satu di punggung, dan satu lagi di paha kanan.
Namun keterangan teranyar pihak rumah sakit, sesuai hasil visum, wanita asal Buyat yang tercacat sebagai isteri kedua Noval itu menjadi korban nganiayaan brutal.
Ada sekitar 10 luka tusukan benda tajam yang bersarang pada tubuh mungil Zha. Bahkan, ditemukan pula sejumlah lebam yang memperkuat adanya indikasi penganiayaan berat.
“Kalau dari hasil visum ada 10 luka tusukan,” ungkap AKP Lutfi.
Penyebab kematian korban, oleh pihak rumah sakit, antara lain, diduga kuat akibat kehabisan darah yang disebabkan oleh luka-luka tersebut.
Sementara tersangka Noval kini sudah diamankan polisi di ruang penahanan Mapolres Mitra di Ratahan.
Seperti diberitakan, peristiwa yang sontak menghebohkan ini terjadi pada Senin, 13 April 2026 dini hari di rumah keluarga Makasale-Dorado di Desa Ratatotok Dua.
Menurut kesaksian Osmon, seorang tetangga korban, malam itu tampak seperti malam biasa hingga terdengar suara keributan yang memecah keheningan sekitar pukul 23.45 Wita.
[**aGim/heru]