Sensus Ekonomi, BPS Minta Masyarakat Kooperatif

BPS Minahasa Minta Sasaran Sensus Ekonomi Supaya Kooperatif
L Rawung
Tondano, Fajarmanado.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)  Kabuaten Minahasa, L Rawung mengharapkan agar masyarakat bersikap koorporatis terhadap program sensus ekonomi tahap dua yang tengah berlangsung dan akan berakhir pada akhir bulan September 2017 ini.

Rawung mengharapkan masyarakat harus memahami manfaat dari data yang terkumpul melalui sensus ekonomi ini karena pada gilirannya akan berdampak positif bagi kebijakan program pemerintah secara nasional, termasuk untuk masyarakat eknonomi lemah. “Berikanlah keterangan sesuai kondisi ril data di lapangan, bukan rekayasa,” ujarnya.

Ia mengatakan, sensus ekonomi kali ini merupakan sensus tahap dua, yang  berlangsung selama dua bulan dan berakhir pada akhir bulan September ini. “Ini dilakukan karena menyesuaikan dengan anggaran. Makanya, untuk usaha mikro kecil hanya kami ambil sampel. Sementara untuk perusahaan besar, semuanya kami sensus,” ujar Rawung kepada Fajarmanado.com, Jumat, (08/09/2017) tadi.

Rawung mengungkapkan, berdasarkan laporan dari petugas sensus yang turun di lapangan, kendala yang sering dihadapi adalah responden atau sasaran sensus ekonomi yang enggan untuk didata.

Karena itulah, iua mengaku heran mengapa sampai ditemui hal demikian., padahal  tujuan dari sensus ekonomi ini sangat baik untuk kepentingan masyarakat pada umumnya. “Bahkan bantuan yang disalurkan pemerintah pusat terhadap pelaku usaha mikro kecil, adalah berdasarkan data sensus ekonomi yang sementara dikumpulkan BPS,” katanya.

“Supaya bantuan yang diberikan jatuh ditangan yang tepat, tentunya sasaran sensus ekonomi harus memberikan data yang benar dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Toh data yang diambil akan dirahasiakan karena dilindungi undang-undang,” sambungnya.

Karena itu,  Rawung  mengharapkan kerjasama yang baik dari semua sasaran sensus ekonomi ini supaya data yang diperoleh benar-benar valid sesuai dengan keadaan dilapangan dan tidak ada yang direkayasa. “Tanpa dukungan dan kerjasama berupa keterbukaan dari para sasaran, kami tak akan bisa menyusun data ril sesuai kenyataan di lapangan sehingga bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran,” paparnya.

Penulis : Fiser Wakulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *