Manado, Fajarmanado.com-Incumbent tumbang dalam Pilkada 2017,terlebih kendaraan politiknya adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) tentunya satu pukulan telak bagi partai berlambang kepala banteng moncong putih ini.
Tak heran, mengadapi pertarungan di Pilkada 2018, PDIP mulai berhati-hati dalam menentukan calonnya nanti.
Sekretaris PDIP Sulut, Frangki Wongkar pun mengakui kalau hal tersebut menjadi pembahasan penting dalam rapat DPD PDIP Sulut. Mengingat di Pilkada 2018, PDIP memiliki calon incumbent di 4 daerah yaitu Mitra, Talaud, Minahasa dan Sitaro.
Untuk itu, selain tetap mengacu pada mekanisme partai, menjadi pertimbangan dalam mengusung calon adalah hasil survey. “Kami menargetkan menang di Pilkada 2018 dan Pemilu legislatif 2019,” katanya Rabu (26/04/2017).
Senada dikatakan Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw. Dia berkaca dari tumbangnya calon petahana pasangan Basuki- Djarot di Jakarta.
Menurutnya, incumbent tumbang menjadi fenomena yang harus dicermati dalam persiapan Pilkada 2018. “Memang dalam Pilkada, ada kalah ada menang. Ini akan menjadi pengalaman bagi partai kami. Apalagi di Pilkada serentak 2018 di Sulut, PDIP ada tiga calon incumbent,” katanya.
Lanjut Bendahara PDIP Sulut ini, pada Pilkada 2018 nanti, PDIP memiliki calon incumbent, Jantje W Sajouw (Minahasa), James Sumendap (Mitra) dan Sri Wahyuni Manalip (Talaud).
“Incumbent jika ingin maju lagi harus cepat sadar dengan kondisi yang terjadi sekarang ini,” harap Angouw.
Pengalaman Pilkada Sangihe 2017, PDIP tumbang ketika mengusung incumbent H R Makagansa.
(ton)