Nilai Luhur Pemilihan Hukum Tua di Minahasa Mulai Terdegradasi

Langowan, Fajarmanado.com – Tradisi pemilihan Hukum Tua secara demokratis di Minahasa, dinilai mengalami degradasi. Hal ini disebabkan karena pengaruh dari peraturan yang dibuat dari penguasa, dimana nilai-nilai demokrasi tradisional dikalahkan oleh politik penguasa.

Bode Talumewo, budayawan Minahasa, kepada fajarmanado mengungkapkan, nilai-nilai demokrasi tradisional Minahasa sudah mengalami degradasi secara perlahan namun pasti.

“Secara historis, hal ini juga tidak lepas dari posisi Minahasa sebagai bagian dari pemerintahan Hindia Belanda dan Republik Indonesia. Posisi ini menyebabkan bangsa Minahasa rentan terhadap pemaksaan penguasa akan sistem tradisional Minahasa,” tutur Bode yang aktif merekonstruksi sejarah Minahasa.

Ia menambahkan, sistem seperti ini akan terus berubah sejalan perkembangan jaman. Untuk itu, pemerintah di daerah Minahasa seharusnya bijak dalam membuat peraturan daerah yang bersifat politis.
Banyak warga Minahasa menilai, pemilihan hukum tua saat ini sudah disusupi dengan kepentingan politik. Hal ini terlihat dari banyaknya pejabat hukum tua, yang diatur oleh Bupati Minahasa, sementara pemilihan secara berkala tidak lagi dilaksanakan.

“Seperti halnya di Desa Amongena II, sudah hampir enam tahun, tidak pernah dilaksanakan pemilihan hukum tua. Dan jabatan hukum tua hanya dipegang oleh pejabat,” ujar Recky Bokko.
Sementara itu, Yusuf Tawil, warga Desa Waleure mengatakan, adat istiadat yang ada di Minahasa tentang pemilihan pemimpin di satu desa harus didukung. “Hukum Tua sebagai pengambil keputusan atau kebijakan di desa harus didukung oleh seluruh rakyat Minahasa.

Tingggal bagaimana masyarakat bisa memilih, dengan melihat rekam jejak figur atau kandidat tesebut.”
Yusuf berharap, masyarakat jangan salah dalam pilihan. Karena dampaknya akan terasa enam tahun ke depan.”Bersumpalah tidak akan ada yang membayar Anda, sebagai imbalan kepada anak cucu kita tentang cara berdemokrasi yg baik dan benar. Kembalikan cita-cita para leluhur untuk menjadikan Minahasa yang damai sejahtera, aman dan nyaman. Tentunya kita mulai dari desa kita masing-masing,” pungkasnya.

Jeffry Th. Pay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *