Kurang Perhatian Pemkab Minsel, Jalan Makasili Raya Belum Merdeka?

Jalan Desa Lolombulan Makasili Kecamatan Kumelembuai yang butuh perhatian, baik melalui Dana Desa atau APBD berjalan.
Kumelembuai, Fajarmanado.com – Meski terus mendapat alokasi dana desa dan dana desa (ADD dan DD) namun akses jalan masuk dan penghubung dua desa Makasili raya dinilai belum ‘merdeka’ karena masih rusak berat. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Pemkab Minsel) pun diharapkan untuk memberikan perhatian.

Seperti diketahui, Makasili Raya terdiri dari dua desa, yakni Desa Makasili dan Desa Lolombulan Makasili, yang merupakan hasil pemekaran sewaktu bupati dan wakil bupati RM Luntungan-Ventje Tuela.

‘’Saat ini, melalui APBN dan APBD menyediakan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Hanya saja, untuk berharap melalui DD dan ADD 2017 pembangunan jalan di Makasili Raya belum sepenuhnya berhasil. Karena kondisi jalan di Desa Lolombulan Makasili banyak pegunungan, apalagi lokasi pembuatan jalan berada di sekitar gunung Lolombulan,’’ujar Renso Badar, warga Lolombulan Makasili, Jumat (17/2).

Namun Renso mengatakan, bukan berarti pemerintah desa tak sanggup menganggarkan melalui APBDes. Tapi, sebaiknya dibantu melalui APBD berjalan, sebab sejak Desa Lolombulan Makasili dibentuk belum ada pembangunan berasal dari APBD induk.

Untuk itu, ia mengharapkan para anggota DPRD Minsel dari Kecamatan Kumelembuai dapat memperjuangkan perbaikan jalan Desa Makasili dan Lolombulan Makasili.”Dana Desa dipastikan belum bisa terakomodir semuanya. Apalagi Desa Lolombulan Makasili yang juga tergolong desa baru, masih butuh bantuan melalui APBD berjalan,’’jelas pria yang juga petani ini.

Terpisah, Meyhard Wungow, warga Desa Lolombulan Makasili menilai bahwa pembangunan desa ini masih butuh perhatian pemerintah kabupaten.

‘’Menjadi pertanyaan, apakah wakil rakyat asal Kecamatan Kumelembuai telah bekerja untuk Desa Makasili Raya? Di sini saya melihat bahwa kurang perhatian anggota DPRD Minsel asal dapil II untuk memperjuangkan pembangunan Makasili Raya tersebut,’’ tanya Meyhard.

Hukum Tua Desa Lolombulan Makasili Lucky Mongkaren tak menampik kerinduan warga Desa Makasili raya tersebut. ‘’Maksudnya, pembangunan desa ini belum sepenuhnya akan terakomodir melalui Dana Desa dan Alokasi Dana Desa. Karenabutuh biaya yang besar, terutama yang berada di kawasan pegunungan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Mongkaren mengharapkan uluran tangan Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE untuk merealisasikan pembangunan jalan dan talud di Desa Lolombulan Makasili.

Mongkaren menjelaskan, pihaknya mendapat DD Rp 700-an dan ADD Rp 300-an untuk tahun 2017, namun nilai ini belum bisa sepenuhnya mengakomodir pembangunan secara keseluruh di desanya.

‘’Kalau tahun-tahun ke depan, mungkin bisa dianggarkan melalui APBDes. Tapi masyarakat sangat mengharapkan supaya Dinas PU dan PR Minsel bisa menyediakan anggaran untuk pembuatan jalan dan talud. Supaya, rumah-rumah yang ada dipegunungan bisa aman,’’ katanya lagi.

(andries)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *