FajarManado.News, Manado–Ini kabar gembira bagi warga “kurang mampu” di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Program Bantuan Pangan dipastikan tetap berlanjut, bahkan jumlah penerima bantuan pangan (PBP) 3 bulan terakhir 2026 ini meningkat dari 274.156 menjadi 281.794 PBP.
Demikian terungkap dalam pertemuan kunjungan kerja (Kunker) Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan (Zulhas) di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Kamis, 8 Oktober 2026.
Zulhas mengatakan, pemerintah telah memutuskan memperpanjang program bantuan pangan beras hingga Desember 2026.
Kebijakan yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto itu menyasar 33,2 juta masyarakat yang masuk desil 1 sampai 4, termasuk 281.794 PBP di daerah Nyiur Melambai ini.
Didampingi Gubernur Sulut Yulius Selvanus, SE, Zulhas menyampaikan, pemerintah dalam program lanjutan ini menyiapkan 1 juta ton beras.
Setiap penerima akan mendapatkan 10 kilogram beras per bulan untuk Oktober, November, dan Desember. Penyalurannya dilakukan sekaligus atau dirapel, sehingga setiap penerima menerima 30 kilogram.
“Bantuan pangan akan diperpanjang, dan itu sudah ditandatangani Presiden. Bantuan pangan beras secara gratis sebanyak 1 juta ton. Akan dapat di bulan Oktober, November dan Desember masing-masing 10 kg. Akan dirapel, jadi sekaligus 30 kg,” jelasnya.
Zulhas mengatakan, musim kemarau kering berpotensi menekan produksi beras. Ketika produksi berkurang, harga beras berpotensi naik dan langsung berdampak kepada masyarakat.
“Ini masuk musim kemarau kering, artinya produksi beras berkurang dan berpengaruh kepada masyarakat. Kalau musim kemarau, harga pangan naik,” kata Zulhas.
Meski demikian, ia menyebut masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan sekaligus meredam tekanan harga pangan.
Selain bantuan gratis, pemerintah menyiapkan skema intervensi harga bagi masyarakat yang masih mampu membeli beras, tetapi mulai terbebani akibat kenaikan harga. Pemerintah menyiapkan 1 juta ton beras kualitas bagus untuk dijual dengan harga subsidi Rp 12.500 per kilogram.
Pada kesempatan itu, Gubernur Yulius Selvanus memaparkan penyaluran bantuan pangan berjalan lancar.
Untuk Bantuan Pangan Alokasi I Tahun 2026, tercatat 274.156 PBP yang realisasi penyalurannya mencapai 100 persen.
Jumlah beras yang telah disalurkan mencapai 5.482.920 kilogram, ditambah minyak goreng sebanyak 1.096.584 liter.
Pada Bantuan Pangan Alokasi II, jumlah penerima mencapai 281.794 PBP, dengan kuantum beras sebanyak 8.300.730 kilogram. Hingga saat ini, realisasinya telah mencapai 98,19 persen.
Pemprov Sulut juga telah menyiapkan Alokasi III dengan memastikan kecukupan stok beras, melakukan sinkronisasi serta pemutakhiran data penerima bersama pemerintah kabupaten/kota, sekaligus menyiapkan mekanisme distribusi dan pengawasan.
Gubernur menyebut penyaluran bantuan pangan secara umum berjalan baik, tepat sasaran, dan tepat waktu, termasuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan.
Keakuratan itu, menurutnya, tidak terlepas dari sinergi Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa/kelurahan hingga Perum BULOG.
Tekan Harga di Musim Kering
Menko Zulhas juga mengatakan, musim kemarau kering berpotensi menekan produksi beras. Ketika produksi berkurang, harga beras berpotensi naik dan langsung berdampak kepada masyarakat.
“Ini masuk musim kemarau kering, artinya produksi beras berkurang dan berpengaruh kepada masyarakat. Kalau musim kemarau, harga pangan naik,” kata Zulhas.
Meski demikian, ia mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan sekaligus meredam tekanan harga pangan.
Selain bantuan gratis, pemerintah menyiapkan skema intervensi harga bagi masyarakat yang masih mampu membeli beras, tetapi mulai terbebani akibat kenaikan harga.
Mengantisipasi hal ini, pemerintah menyiapkan 1 juta ton beras kualitas bagus untuk dijual dengan harga subsidi Rp 12.500 per kilogram.
Menurut Zulhas, langkah tersebut sudah berjalan sebagai bagian dari upaya meredam kenaikan harga beras di tengah tekanan produksi akibat kondisi musim kemarau.
Senada dengan Zulhas, Gubernur Yulius Selvanus mengatakan, di tengah dinamika iklim dan fenomena El Nino yang berpengaruh terhadap produksi sejumlah komoditas pangan, pihaknya memastikan stok beras di Sulut saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Stok saat ini berjumlah 34.602 ton,” ungkapnya.
GPM dan 7 Komoditas Pangan
Gubernur Yulius menambahkan, Pemprov Sulut juga terus menjalankan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menyediakan pangan dengan harga terjangkau sampai Desember 2026 nanti.
Yang pasti, sampai minggu pertama Oktober 2026, GPM telah dilaksanakan di 417 titik lokasi dan akan terus berlanjut.
Selain itu, langkah antisipasi yang disiapkan menghadapi Natal dan Tahun Baru, Pemprov Sulut menyiapkan subsidi untuk tujuh komoditas pangan, yakni minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, daging ayam, cabai rawit, dan telur ayam.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan Zulhas menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Yulius Selvanus dan pemerintah daerah yang terus mendukung pelaksanaan program bantuan pangan. Menurutnya, program tersebut dapat berjalan karena adanya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.
Sebaliknya, Gubernur Yulius Selvanus juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko Pangan sekaligus menyerahkan bantuan pangan sebanyak 3.750 kilogram bagi 750 penerima.
Bantuan tersebut terdiri dari 250 paket untuk Kota Manado dan 500 paket untuk Kabupaten Minahasa, khusus bagi warga di luar desil 1-4 yang dinilai tetap layak mendapatkan bantuan.
Kesejahteraan Nelayan
Dalam kesempatan itu, Zulhas juga menyampaikan bahwa pemerintah tahun ini menaruh perhatian terhadap kesejahteraan nelayan. Bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 kampung nelayan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perhatian terhadap masyarakat pesisir dan nelayan.
“Nelayan kita miskin karena kelautan kurang perhatian, sehingga Presiden terus berupaya memberikan yang terbaik,” kata Zulhas.
Dengan berbagai program tersebut, katanya, pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat sinergi untuk menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan harga, serta memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok di tengah tekanan musim kemarau.
[ist/heru]