Menyimak catatan impresif ini, sangat tak layak jika kemudian Liverpool harus kalah dari Burnley, Bournemouth, Hull, Swansea dan Leicester. Tapi itulah sepak bola.
Melupakan gelar juara dan berpikir positif untuk menyelesaikan sebelas laga ke depan dengan baik, adalah sesuatu yang harus dilakukan Juergen klopp bersama Liverpool.
Performa yang tidak konsisten selama ini harus bisa diatasi setelah di tahun 2017, mereka menjungkalkan Tottenham 2-0 dan Arsenal 3-1 di Anfiled. Posisi Liverpool belum aman guna merebut salah satu tiket ke Liga Champions.
Ada empat lawan berat yang bisa mengusik Liverpool bahkan mendepak mereka keluar dari posisi empat besar. Manchester City, Tottenham, Arsenal dan Manchester United memiliki jarak yang dekat dengan Liverpool, dan setiap saat bisa menggusur keberadaan Liverpool di posisi empat besar.
Musim lalu Klopp hanya bisa membawa Liverpool mengakhiri musim pertamanya diperingkat ke-8 dengan meraih 60 angka, hasil 16 kemenangan, 12 seri, 10 kalah. Setidaknya Klopp harus mampu membawa Liverpool ada di posisi empat besar dan tidak turun keluar dari lima besar.
Jika itu terjadi, maka ini adalah sebuah kemunduran besar, setelah gagal merebut gelar juara dan gagal pula hadir di Liga Champions. Kalaupun Liverpool akhirnya hanya ikut di Liga Europa musim depan, maka kehadiran Klopp tidak jauh lebih baik dari apa yang sudah dicapai Brendan Rodgers.
Ketika Brendan Rodgers menggantikan Kenny Dalglish di musim 2012-2013, ia membawa ”The Reds” berada di peringkat keenam pada musim pertamanya. Artinya masih lebih baik dari Klopp yang dimusim pertama bersama Liverpool berada diperingkat ke delapan.
Baca selanjutnya klik next >>>