Bahkan Rodgers nyaris membawa Liverpool jadi juara Liga Primer di tahun keduanya musim 2013-2014. Liverpool berada di urutan kedua setelah sang juara Manchester City, dan mereka hanya tergelincir di saat-saat akhir perebutan gelar juara.
Rodgers bersama pasukannya mencetak 101 gol, jumlah gol yang fantastis nyaris menyamakan perolehan 106 gol yang dibuat Liverpool pada musim 1895-1896. Liverpool kembali ke Liga Champions bersama Rodgers, walau akhirnya ia dilengserkan pada Oktober 2015.
Klopp harus membuktikan bahwa ia setidaknya lebih baik dari Rodgers. Klopp mestinya mampu membawa Liverpool hadir kembali di Liga Champions musim depan. Inilah target realistis yang diemban Kloop.
Memang fans Liverpool harus bersabar menunggu kinerja Klopp. Saat klopp datang dari Mainz untuk melatih Dortmund pada 2008-2009, ia harus menunggu sampai musim 2010-2011 untuk meberikan gelar juara bagi Dortmund. Bahkan di musim 2011-2012, Dortmund kembali juara Bundesliga Jerman dan berlanjut ke final Liga Champions sebelum kalah dari Bayern Muenchen.
Kita ingin melihat apakah di musim mendatang, 2017-2018, Klopp mampu membawa Liverpool juara di Liga Primer Inggris. Ini sebuah pertaruhan besar Klopp. Jika gagal, maka bukan tak mungkin ia dipecat, bahkan pemecatan itu bisa saja datang di tengah musim berjalan.
Klopp dan Liverpool harus berbelanja pemain yang bisa mengisi keseimbangan di antara starting eleven dan mereka yang duduk di bangku cadangan. Setidaknya Klopp harus mendapatkan striker dan pemain belakang baik bek tengah, dan dua bek sayap yang mumpuni guna mendongkrak performa Liverpool.
Rasanya dua musim cukup memberikan pelajaran buat Klopp, untuk kemudian menyusun kerangka tim yang solid menyongsong musim 2017-2018 dengan target juara Liga Primer Inggris !
Oleh: Ronny ‘Ropan’ Pangemanan
Editor: Tonny Mait