Manado, Fajarmanado.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur (Wagub) Drs Steven Kandouw (OD-SK) mewujudkan komitmen untuk membantu warga muslim di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merayakan Indul Adha 1438 Hijriah pada Jumat (01/09/2017), hari ini.
Jika tahun 2016 hanya berjumlah 10 ekor sapi, maka kali ini menjadi 30 ekor sapi dari OD-SK dan satu ekor dari Presiden Jokowi.
Penyerahan hewan kurban yang disaksikan oleh Ketua PHBI dan MUI Sulut tersebut dilakukan oleh Wagub Drs Steven Kandouw di halaman belakang Kantor Gubernur Sulut, Kamis (31/8/2019).
Para penerimanya, yakni, pimpinan Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu, Masjid Raya Ahmad Yani Sulut, Masjid Sis Al Djufrie Kelurahan Malendeng, Masjid At Taqwa Belang, Masjid Ar Rahman Banjer, Masjid An Nur Desa Borgo, Masjid Agung Pangeran Dipenegoro Airmadidi, Masjid Nurul Huda Kelueahan Molas, Masjid Al Ikhlas Desa Insil Kecamatan Pasi Timur, Masjid Al Munawarah Tuminting dan Masjid Darusalam Kelurahan Motoboi Kecil Kotamobagu Selatan.
Pada kesempatan itu, Wagub Kandouw didampingi Asisten 1 Setdaprov Sulut John Palandung, Asisten II Rudy Mokoginta, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dr Kartika Devi Tanos, dan Kepala Biro Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik Clay Dondokambey.
Wagub Kandouw menghaapkan bantuan hewan kurban ini dapat dimaknai sebagai wujud kepedulian dan perhatian pemerintah kepada umat Islam di daerah ini yang akan sedang merayakan Idul Adha 1438 H.
“Di samping itu, momentum ini hendaknya dapat dimaknai sebagai upaya kita untuk saling bersilaturahmi dan terus memantapkan serta menjaga kerukunan, kedamaian, dan kekeluargaan yang telah tercipta selama ini,” tuturnya.
Menurutnya, langkah itu diharapkan semakin memantapkan Sulut sebagai barometer kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia bahkan taraf internasional.
Dia menambahkan setiap tahun menjelang perayaan Idul Adha pihaknya selalu memberikan bantuan hewan kurban kepada umat muslim di daerah ini.
Dikatakan, momentum Idul Adha ini juga harus memberikan pencerahan kepada kita semua. Harus meningkatkan iman percaya kita serta meningkatkan aktualisasi iman.
“Momentun Idul Adha menurut saya jangan cuma di hari raya qurban tapi mari kita jadikan sikap perilaku, memberikan bantuan kepada kaum duafa ini menjadi bagian dari pola hidup kita bukan nanti tapi kalau boleh setiap saat dan setiap waktu. Karena kita tahu persis di Sulut ini banyak orang kurang mampu,” harap Wagub.
Sementara, Karo Kesra dr Kartika Devi Tanos menjelaskan, dasar pemberian bantuan ini adalah Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 114/Permentan/PD.410/9/2014 tentang pemotongan hewan kurban.
“Salah satu makna yang paling dalam, ibadah kurban sebagai bentuk penghambaan kepada SWT dengan membagiakan sesama. Kurban adalah bentuk kesolehan sosial, dimana pequrban akan merasakan ibadahnya berbagi bagi dengan sesama,” ungkapnya.
Editor : Herly Umbas