5. Mia Audina
Saat era 1990-an, Indonesia tak hanya mengandalkan Susy Susanti pada nomor tunggal putri. Masih ada nama Mia Audina, pemain yang tak kalah hebatnya.
Memang dia tak bisa seperti Susy yang mampu menyumbang medali emas Olimpiade untuk Merah Putih. Namun, capaian dua medali perak event empat tahunan itu jelas membuktikan kualitas Mia tak perlu diragukan lagi.[irp posts=”9277″ name=”Inilah 6 Pebulutangkis Legendaris Tunggal Putra”]
Hebatnya lagi, dia sudah mewakili Indonesia pada ajang Piala Uber saat masih berusia 14 tahun! Itu menjadi salah satu bukti betapa hebatnya Mia sewaktu masih aktif bermain.
Memang prestasi Mia tak sementereng Susy. Namun, koleksi gelar yang dimiliki wanita kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1979, ini juga tak sedikit.
Dia pernah dua kali menjadi juara Jepang Terbuka (1997 dan 2004), Taiwan Terbuka (2000 dan 2003), dan Belanda Terbuka (2001 dan 2002). Mia juga pernah menyicipi gelar Indonesia Open pada tahun 1998, Amerika Terbuka 1996, Singapura Terbuka 1997, dan Korea Terbuka 2003.[irp]
Prestasi itu diraih Mia sebagai pemain Indonesia dan juga Belanda. Ya, seperti diketahui, pada tahun 1998 dia memutuskan pindah ke Belanda untuk mengikuti suaminya. Setelah itu, dia memutuskan untuk pindah kewarganegaraan Belanda.
Carolina Marin