Dukung Akreditasi Nasional, Puskesmas Kawangkoan Bentuk Komitmen

Dukung Akreditasi Nasional, Puskesmas Kawangkoan Bentuk Komitmen
Salahsatu tokoh masyarakat tengah menandatangani komitmen mendukung akreditasi lintas sektoral Puskesmas Kawangkoan pada Rakorcam di Aula Kelurahan Kinali, Selasa (09/05/2017), sore tadi.
Kawangkoan, Fajarmanado.com – Manajemen Puskesmas Kawangkoan, Minahasa bertekad lolos penilaian akreditasi nasional. Salahsatu langkah yang ditempuh adalah menggalang dukungan masyarakat.

Penggalangan itu dilakukan dengan membentuk komitmen bersama segenap stakeholder dengan menandatangani baliho komitmen bersama Akreditasi Lintas Sektoral saat Mini Lokakarya Lintas Sektoral Puskesmas Kawangkoan di Aula Kelurahan Kinali, Kecamatan Kawangkoan, Selasa (09/05/2017) tadi.

Disaksikan Kepala Puskesmas dr Maya Rumimper-Rambitan, MKes dan Joula Wuisan, yang mewakili Kadis Kesehatan Minahasa, puluhan peserta satu persatu membubuhkan nama dan tandatangan.

Gerakkan moral itu diawali Camat Dra Meyke Margo Rantung, diikuti Wakapolsek Aiptu Anthon Tumbelaka, Ketua BKSAUA Kawangkoan Pdt Helly Meily Pontoh, STh, Gbl Joike Rambitan, STh, Gbl Simon Petrus Ramapolii, para lurah, hukum tua, pengurus LPMK dan BPD serta tokoh masyarakat Kawangkoan.

“Kita patut bersyukur, penunjukkan Puskesmas Kawangkoan ikut akreditasi nasional ini bukan karena usulan pihak manapun tetapi berdasarkan hasil penilaian dan ditunjuk langsung oleh Kementerian Kesehatan,” jelas dr Maya.

Ia mengatakan, sukses akreditasi ini amat bergantung peranserta semua pihak, terutama masyarakat yang menggunakan jasa Puskesmas Kawangkoan. “Selain tentunya para dokter, paramedis dan pegawai Puskesmas sendiri,” ungkapnya.

Ada beberapa faktor layanan yang harus dipatuhi dan diberlakukan sesuai SOP (Standar Operasional Pelayanan) Pukesmas terakreditasi. Antara lain, jam buka pelayanan pengambilan karcis hanya bisa dilayani selang jam 8 sampai 11 siang setiap hari.

“Lewat 5 menit jam 11 siang, tidak bisa dilayani lagi sebagaimana yang diterapkan di rumah-rumah sakit selama ini. Jadi masyarakat juga diajarkan untuk membiasakan diri tepat waktu bila ingin berobat di Puskesmas,” jelasnya. Namun, lanjut dia, UGD tetap buka seperti biasanya, 1×24 jam.

Di pihak lain, mental pelayanan pegawai, paramedis dan dokter juga dibenahi. “Semua dituntut harus senantiasa bersikap ramah, tidak angkuh, apalagi membentak-bentak pasien,” ungkap, wanita simpatik ini.

Sementara Joula Wuisan, ketika memberikan materi mini lokakarya mewaliki Kadis Kesehatan Minahasa mengatakan, merujuk program Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi) ada 12 indokator untuk mewujudkan program Indonesia Sehat.

Ke-12 indikator tersebut, antara lain, gizi ibu dan anak, biaya persalinan oleh pemerintah, penanganan penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, penanganan orang sakit jiwa, jamban sehat dan asuransi kesehatan berupa JKN atau BPJS.

(ely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *