Kawangkoan, Fajarmanado.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan meresmikan proyek-proyek yang dibiayai dengan dana APBN di Minahasa pada 27 Desember 2016, besok.
Salahsatu fasilitas publik yang dikabarkan masuk daftar akan diresmikan Presiden Jokowi sebelum menghadiri Ibadah Natal Nasional di Wale ‘Ne Tou Tondano pada Selasa, besok, adalah, fasilitas modern di Pasar Kawangkoan.
Tempat jual beli tradisional yang telah dilengkapi dengan gapura bertuliskan Pasar Rakyat Esawaya Kawangkoan ini, berbandrol Rp.6.253.936.000 dari Departemen Perdagangan RI.
Dua pekan terakhir, tak terlihat lagi aktivitas pekerjaan atau buruh bangunan dari PT Dayana Cipta, perusahaan kontraktor pemenang tender proyek yang dilelang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Minahasa.
Sesuai kontrak nomor 25/Disperindag/TP/VII/2016 tanggal 1 Juli 2016, masa 150 hari kalender kerja proyek ini memang usai pada akhir November lalu. Namun, pantauan Fajarmanado.com, masih banyak pekerjaan sisa dan belum tuntas.
Dinding drainase dan fondasi beberapa bangunan pendukung belum diplestes. Susunan batu masih menyembul. Gundukan tanah terlihat dan berada di mana-mana, hampir di semua hamparan tanah kosong.
Direksi kit juga dibiarkan begitu saja. Aneka bahan bekas menumpuk tak beraturan di dalam bekas kios, sederetan dengan kios yang dijadikan kantor darurat UPT Dinas Pasar Kawangkoan.
“Sebenarnya di bagian belakang bangunan-bangunan itu bisa dijadikan lokasi jualan sebagian pedagang,” ujar Adrie Dayoh, pedagang daging.
Adrie kemudian menunjuk lahan kosong di sisi Utara enam bagunan yang diproyeksikan sebagai gudang penyimpanan, cool storage, ruang penitipan anak dan kantor pengelola pasar serta pos pengamanan.
Kadis Perindag Minahasa Ir Dolvie Kasenda tak menampik jika proyek tersebut terkesan tidak tuntas dikerjakan.
“Persoalannya, paket proyek ini tidak ada pekerjaan pembongkaran dan pembersihan, juga pemelesteran fondasi dan drainase,” ujarnya.
Menurut dia, ada beberapa item yang ternyata tidak bisa dilakukan dalam proyek seperti ini. Selain plesteran fondasi dan drainase, juga pengadaan peralatan cool storage sehingga tidak dikerjakan kontraktor.
Kegiatan itu, katanya, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. “Bukan dana sharing, tapi harus dianggarkan melalui APBD,” katanya.
Persoalan ini, telah disampaikannya kepada Bupati Drs Jantje Wowiling Sajow. “Semoga saja tahun depan ada anggarannya, termasuk penataan lahan,” imbuh Kasenda.
Pamong senior ini mengatakan, bila mengacu pada RAP (Rencana Anggaran Proyek), volume pekerjaan pembangunan pasar Kawangkoan yang dilakukan kotraktor PT Dayana Cipta telah melebihi target.
Yang masuk pekerjaan hanya berupa pembangunan bangunan induk dengan 86 lapak, 49 kios dan enam bangunan pendukung yang diproyeksikan, antara lain, untuk kantor, cool storage, tempat penitipan anak dan pos keamanan.
Kasenda menyebut justru ada tiga item pekerjaan tambahan, yang disumbangkan kontraktor PT Dayana Cipta pada proyek tersebut.
Ke tiga item itu, lanjut dia, pertama adalah pemasangan pipa saluran air hujan dari atap bangunan induk sampai jatuh ke dalam drainase di pojok-pojok bangunan, kedua pembangunan gapura.
“Dan ke tiga adalah pengadaan dua buah tong air, 5 ribu liter dan 2.200 liter untuk kebutuhan pedagang, kantor dan juga toilet umum,” ungkap Kasenda.
Kepala Pasar Kawangkoan, Jhonly Rori, SE membenarkan jika kontraktor telah membawa dua tong air dan diletakkan di dataran tinggi pasar yang berada di Kelurahan Uner Satu, Kecamatan Kawangkoan ini.
“Kemarin sudah diujicoba dan telah mensuplai air di 68 lapak yang ada dalam bangunan induk,” katanya, Jumat (23/12) petang.
Sementara Wakil Ketua DPRD Minahasa, Ventje Mawuntu menyatakan heran kalau tidak ada pekerjaan pembersihan dan pemelesteran drainase.
“Baru kali ini ada proyek seperti itu. Okelah kalau memang pembersihan tidak ada, tapi pemelesteran drainase seharusnya ada. Bagaimana jadinya kalu hujan deras berturut-turut, pasti drainasenya akan cepat ambrol,” imbuhnya.
Mawuntu yang terus mengkritisi setiap tahapan pekerjaan tersebut mengatakan akan memanggil hearing Diserindag Minahasa.
“Kalau memang hanya sebegitu, harus secepatnya dialokasikan anggaran untuk pemelesteran drainase, pembersihan dan pengaspalan jalan masuk,” kata legislator Gerindra ini.
(ely)