“ Indonesia harus tetap aman. Kita tolak ormas-ormas radikal yang mengganggu keutuhan NKRI. Tolak keberadaan ormas radikal di Bumi Sulawesi Utara. Tangkap para penghina presiden Indonesia. NRI harga mati,” tegas Sondak disambut pekik “I Yayat U Santi” dari semua peserta aksi.
‘I Yayat U Santi’ bahasa Minahasa yang memiliki arti simbolis “Angkatlah Acungkanlah Pedang mu’ atau sama artinya ‘Angkatlah Kebenaran’. Kata ini sering digunakan di kala perang Minahasa kuno dulu.
Pada Apel Doa NKRI ini, Panglima Laskar Kabasaran Noldy Kumendong secara tegas menolak dan meminta pemerintah untuk membubarkan ormas-ormas radikal seperti Front Pembela Islam (FPI). Ormas ini, menurut Noldy, mengancam keutuhan NKRI.
“Kami masyarakat Sulawesi Utara, menolak secara tegas keberadaan ormas-ormas yang berpaham radikal di bumi Indonesia juga Sulawesi Utara. Kami meminta pemerintah Indonesia untuk membubarkan ormas-ormas yang berpaham radikal seperti Front Pembela Islam (FPI), karena keberadaan mereka bisa sangat mengancam keberlangsungan NKRI,” tegas Kumendong dalam orasinya.
Tangkap dan proses hukum orang-orang yang telah melakukan penghinaan ke kepala negara, lanjut Kumendong lagi.
Ketua DPD Sulut Pemuda Pancasila Paulus MP dalam kesempatan ini juga menyampaikan agar keamanan dan ketertiban di Indonesia bisa di jaga bersama.
“Keutuhan NKRI menjadi harga mati. Mari kita jaga bersama-sama stabilitas keamanan Indonesia dan juga Sulawesi Utara,” tukas Paulus.