Ratahan,Fajarmanado.com –Dana Desa (Dandes) yang dikucurkan oleh pemerintah pusat, membawa banyak perubahan dan perkembangan bagi desa desa khususnya di Minahasa Tenggara.
Dibawah kepemimpinan Bupati James Sumendap, setiap desa di Minahasa Tenggara mulai menunjukkam kemajuan. Baik infrastruktur maupun pembangunan fisik, berupa pembangunan Drainase serta bedah rumah bagi warga yang kurang mampu.
Dari pantauan Fajarmanado.com (27/1/2018) kemarin di Kalait dari Kecamatan Touluaan Selatan pemerintah setempat pemenfaatkan dandes untuk pembuatan Drainase dan rabat jalan serta lampu jalan.
“Pekerjaan proyek dana desa Ini dikerjakan oleh masyarakat di desa. Kalau tidak terkendala cuaca, pekerjaa ini pasti sudah diselesaikan,” kata hukum Tua Desa Kalait Olce Tompuliu.
Untuk para pekerja, lanjut dia, disepakati dalam rakor desa, bahwa setiap jaga pekerja akan mengutus pekerja.
“Sudah dihitung anggaran yang dikeluarkan. Para pekerja memang dari desa kami. Cuma kami harus awasi. Takutnya kalau tidak diawasi pekerjannya bisa meleset,” ungkapnya.
Lebih lanjut Tompoliu menjelaskan dengan adanya Dana desa pembangunan di Desa Kalait kelihatan lebih baik ketimbang belum terima dana desa.
“Dana desa untuk di Desa Kalait dipergunakan untuk pengadaan lampu jalan,rabat beton,dan drainase,” kata Tompoliu.
Dirinya mengaku dandes tahap dua ini khusus di desanya itu sekira Rp 200 san juta, dan sementara dalam proses pengerjaan.
“Banyak yang kita lakukan melalui anggaran dandes tahap satu dan dua ini. Seperti Rabat Jalan, Drainase serta bedah rumah,” ujarnya.
Sama seperti pengakuan hukum tua lainnya, Tompoliu mengaku menggunakan anggaran dandes sesuai mekanisme atau mengikuti RAP.
“Disamping harus teliti dalam melakukan pekerjaan, dana tak bisa cair kalau penyunan anggaran tidak mengikuti mekanisme. Memang sudah tersistem seperti itu. Hasil pekerjaan Juga diawasi oleh pendamping desa. Belum lagi tim dari pemerintah yang akan turun melakukan pemeriksaan,” imbuhnya.
Lebih lanjut Tompoliu mengatakan dana desa juga dipergunakan untuk bedah rumah.
“Bedah rumah bagi masyarakat desa kalait yang kurang mampu menjadi salah program yang anggaran di ambil dari kucuran dana desa,”Tandas Tompoliu.
Penulis : Didi Gara