VAP : Gaji Guru Honor Masukkan Dalam APBD TA 2017

Bupati Minut Vonnie Panambunan
Bupati Minut Vonnie Panambunan

Airmadidi, Fajarmanado.com – Lagi-lagi perbincangan guru honor mendadak disentil sejumlah legislator Minut dalam rapat pembahasan tahap pertama nota pengantar KUA-PPAS APBD TA 2017, Rabu (12/10).

Terungkap, beban kerja yang dihadapi para guru honor dinilai tidak sebanding dengan honor yang mereka diterima. Buktinya, honor yang dianggarkan melalui dana Bantua Operasional Sekolah (BOS) hanya Rp300 ribu.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan, apalagi sejumlah umar bakri ada yang ditugaskan di daerah kepulauan. Ini jelas sangat memberatkan,” sebut Edwin Nelwan diiyakan Denny Sompie, Lucky Kiolol, Stendy Rondunuwu serta legislator lainnya.

Demikian legislator Minut berharap, dalam APBD 2017 mendatang, bersama pihak eksekutif agar bisa dibijaksanai tambahan anggaran lewat Dinas Pendidikan. “Tugas mereka jauh lebih berat dalam membangun iklim pendidikan, menciptakan dan mencerdaskan anak bangsa, sehingga sangat wajar jika kesejahteraan guru-guru honor bisa diperhatikan,” harap para legislator Minut.

Tak heran, bupati Vonnie Anneke Panambunan (VAP) yang hadir dalam agenda rapat paripurna ikut berimpati.

Dikesempatan itu, dengan tegas bupati jamin permasalahan guru honor menjadi prioritas di tahun 2017 mendatang. “Iya, yang saya tau honor mereka dimasukan dalam anggaran BOS. Ini tidak cukup, akan diprioritaskan juga dalam APBD TA 2017,” ungkap VAP sapaan akrap bupati.

Bupati bahkan mengakui upah yang diterima bersumber dari dana BOS sebesar Rp300 ribu menurutnya terlalu kecil, dan sangat tidak sesuai dengan kondisi saat ini. “Guru honor harus mendapat perhatian. Perlu dipikirkan agar honor yang mereka terima sesuai dengan kebutuhan. Kondisi sekarang dengan Rp300 ribu untuk tansport saja sangat memberatkan. Kasihan mereka (guru honor, red) yang sudah memberi diri tapi dibayar sangat minim,” sebut Panambunan.

Bupati bahkan mengkritisi kinerja Tenaga Harian Lepas (THL) atau tenaga kontrak yang ada di Pemkab Minut. “Kalau THL tidak kerja butul diputuskan saja konraknya, kemudian pekerjakan orang yang mau kerja atau dialihkan untuk membiayai guru honor yang jelas-jelas ada mengajar di Sekolah,” ungkap bupati. (van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *