Soal Proyek Pasar Kawangkoan, Denis: Batu-Batu Itu Dibenamkan

Inilah papan proyek pembangunan pasar moden Kawangkoan
Inilah papan proyek pembangunan pasar moden Kawangkoan
Kawangkoan, Fajarmanado.com – Pihak kontraktor Proyek pembangunan Pasar Kawangkoan, PT Dayana Cipta, akhirnya angkat bicara soal keberadaan bebatuan yang tidak berkwalitas.

“Batu-batu itu tidak kami pakai untuk fondasi proyek,” komentar Denis Ardianto, penanggung jawab konstruksi dan finishing proyek pembangunan sarana modern Pasar Kawangkoan, Jumat (7/10).

Ditemani Jacky Rompas, pengawas proyek yang dipercayakan Handoko, Bos PT Dayana Cipta ini, Ardianto menjelaskan, bebatuan tak berkwalitas tersebut, sebagian dibenamkan dalam tanah di bagian dalam lokasi bangunan, sebagian lagi masih berada di sisi luar bangunan.

“Yang besar-besar kami pinggirkan di sisi luar bangunan, tapi yang berukuran kecil kami tanamkan di bagian dalam bangunan,” katanya ikut didampingi Kepala Pasar Kawangkoan, Franky Runtuwarow di Kawangkoan.

Ardianto menjamin bebatuan yang ditanam tersebut tidak akan mempengaruhi kwalitas lantai di masa datang.

“Sewaktu membenamkannya kami menggunakan stumper besar. Saya tidak tahu persis berapa berat tekanannya, yang jelas berat sekali sehingga tidak mampu kalau hanya digunakan satu orang,” ungkapnya.

Menurutnya, dia sempat mencoba mengoperasikannya bersama Jacky Rompas. “Adoh, berat sekali. Torang dua ndak mampu,” celetuk Jacky, yang ketika itu duduk di samping kanan, Aridianto, pria berbadan kekar asal Jawa ini.

Bebatuan tak berkwalitas tersebut, kata Ardianto, bukan batu hasil galian tanah fondasi bangunan tetapi didrop oleh pihak sub kotraktor material batu.

“Ada dua dump truk batu jelek itu. Karena ditegur oleh pengawas proyek maka kami tidak menggunakannya,” ujarnya.

Penanganan pekerjaan proyek tersebut, menurutnya, di bagi kepada beberapa kelompok, mulai dari galian tanah dan pemasangan fondasi, sampai kontruksi dan pengatapan serta finishing.

“Kalau saya konstruksi dan finishing. Kemungkinan saya akan ambil juga pemasangan plafonnya,” ungkapnya.

Ardianto meyakini proyek pembangunan lapak, kios, gedung penitipan barang dan kantor Pasar Modern Kawangkoan yang dibiayai dengan dana APBN Rp.6,2 miliar lebih tersebut bisa tuntas tepat waktu jika tidak banyak hujan.

“Karena semua material konstruksinya sudah siap, tinggal dipasang-pasang saja, termasuk baja berat dan baja ringan untuk konstruksi atap, konseng dan pintu-pintu,” jelas Ardianto.

Kontrak kerja proyek Departemen Pedagangan itu sendiri ditandatangani 1 Juli 2016 dengan 150 hari kerja waktu pelaksanaan atau sampai akhir Oktober mendatang.

(ely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *