Dandes Bangun Jalan Pertanian Desa Tangkunei

Dandes Bangun Jalan Pertanian Desa Tangkunei
Salahasatu bagian jalan pertanian yang dibiayai Dandes di Desa Tangkunei. Foto: Andries Pattyranie.
Tumpaan, Fajarmanado.com – Warga Desa Tangkunei Kecamatan Tumpaan, Minahasa Selatan (Minsel) mengaku senang. Pasalnya jalan pertanian kurang lebih 1,3 kilometer telah diperbaiki dengan menggunakan dana desa (Dandes) tahun 2016.

Desa Tangkunei mendapat Dana Desa sebesar Rp 645 juta pada tahun 2016 ini. Sebesar Rp 445 juta digunakan dan telah terserap untuk membangu jalan usaha tani tersebut. Sisanya yang sekira Rp 200 juta, yang tengah dalam proses pencairan, akan digunakan untuk melanjutkan sisa sekitar 200 meter yang belum diperbaiki.

“Jadi total panjang jalan yang menjadi target dibangun dengan dana desa tahun ini mencapai 1,5 kilometer,” ujar Hukum Tua Desa Tangkunei, Ventje R Karundeng kepada Fajarmanado.com, Minggu (6/11).

Karundeng juga mengungkapkan, alokasi dana desa tahun 2015 sekira Rp 250 jutaan digunakan untuk memperbaiki beberapa sarana dan prasarana, seperti jalan desa dengan konstruksi aspal lapen. Semuanya mendapat dukungan penuh masyarakat.

“Saya sangat bangga, baik Pemkab (Minsel) maupun Pemprov Sulut ternyata mulai memperhatikan kebutuhan warga desa kami. Karena, beberapa sarana prasarana lainnya juga dibangun melalui APBD Provinsi dan APBD Kabupaten,’’ ungkapnya.

Menurut Karundeng lagi, soal akses jalan pertanian yang bakal menghubungkan sejumlah desa di Kabupaten Minahasa tersebut akan diselesaikan hingga akhir tahun ini.

“Intinya, melalui dana desa tahun 2016 ini, saya dan masyarakat berharap semua akses jalan pertanian di desa kami bisa selesai supaya dapat diresmikan langsung oleh Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE,” kanya sembari mengungkapkan jika hal itu segera disampaikannya langsung kepada bupati tercantik di tanah air ini.

Ditempat terpisah, Lendy Karwur, salah satu warga Tangkunei menilai proyek yang masuk di desanya sangat banyak. Yang dibiayai APBD Provinsi Sulut, antara lain, pembangunan jalan dan jembatan penghubung Sonder-Maruasey.

“Kalau Pemkab Minsel, seperti proyek air bersih,” katanya.

Karwur mengatakan, pemanfaatan Dandes 2016 sejatinya adalah keinginan warga untuk memperbaiki akses jalan pertanian agar memudahkan mobilisasi pengangkutan pupuk, benih dan hasil-hasil produksi pertanian.

“Saya salut dan patut mengapresiasi Kumtua kami, karena apa yang diinginkan masyarakat, itulah yang dibuatkan,” ujar Karwur.

(andries)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *