DPP APDESI

Tokoh KTNA Sulut Pesimis Minsel Tanam Jagung 5.500 Hektar

Tokoh KTNA Sulut Pesimis Minsel Tanam Jagung 5.500 Hektar
Frans D Tilaar, SP MSi ketika menerima penghargaan Tokoh Indonesia 2016
Tenga, Fajarmanado.com – Terobosan Pemkab Minahasa Selatan (Minsel) untuk mengembangkan tanaman jagung di atas lahan 5.500 hektar sampai akhir 2016 ini, dinilai sangat jitu oleh tokoh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulawesi Utara (Sulut) George J Umpel.

Namun demikian, Umpel menyatakan pesimis Pemkab Minsel dapat mewujudkan realisasi tanam jagung seluas itu dalam waktu yang tinggal sekitar enam pekan.

“Lahan di daerah ini memang cukup. Petani pun sudah merespon positif. Yang jadi persoalan sekarang adalah ketersediaan dukungan Alsintan,” katanya kepada Fajarmanado.com di Tenga, Selasa (16/11).

Umpel mengatakan, untuk mempercepat pengolahan lahan perlu dikungan alat mesin pertanian (Alsintan), terutama traktor.  Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Minsel sekarang ini memiliki empat unit namun kesemuanya dalam kondisi rusak sekarang ini.

Empat unit ini pun, lanjutnya, tidak bakal mampu mengolah ribuan hektar dalam waktu yang tersisa 1`,5 bulan di tahun 2016 ini.

 “Pemkab harus mencari solusi secepatnya. Selain memperbaiki empat unit traktor itu, juga memfasilitasi mendatangkan traktor dari provinsi dan daerah lain untuk disewa petani,”  ujarnya pria yang beberapa kali menerima penghargaan di bidang pertanian ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Minsel, Frans D Tilaar, SP MSi tidak menampik 4 unit traktor instansinya kini dalam kondisi tak bisa dipakai. “Ya, traktor-traktor itu ada pada kami sekarang dan sedang diperbaiki agar dapat digunakan dalam waktu dekat,” paparnya.

Tilaar juga membenarkan bahwa banyak petani yang telah sangat membutuhkan traktor untuk mengolah lahan.

“Program ini ternyata sangat direspon petani. Makanya kami berusaha mempercepat perbaikan traktor yang rusak. Saya juga sudah berkoordinasi dengan provinsi agar dapat memfasilitasi mendatangkan traktor lain untuk disewa,” paparnya.

Untuk menyukseskan program ini, kata Tilaar, pihaknya telah menginstruksikan jajarannya di BP3K di semua kecamatan dan penyuluh pertanian untuk berperan aktif mendampingi petani.

Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE, telah pula memerintahkan jajaran Pemkab Minsel sampai hukum tua dan lurah untuk berperan aktif mengorganisir para petani yang terlibat dalam gerakkan menanam jangung ini.

“Soal pemasaran hasil produksi, apabila terjadi booming sudah kami koordinasikan dengan pihak Bulog. Mereka telah menjamin membeli dengan harga dasar pemerintah,” ungkap Tilaar.

(andries)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *