Konferda PWI Sulut: Gantikan Maemosa, Sintia Bojoh Mendaftar Ketua

Arp Sebut Telah Mendengar Kabar Sintia Siap Mendaftar

Sintia Bojoh saat meminta restu dan dukungan kepada Vanny Loupati (Maemosa) di RSUP Prof. Kandou Malalayang, Manado, baru-baru ini.

FajarManado.News, Manado — Bursa bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara (Sulut) kian dinamis dan dipastikan akan bertambah pada Kamis, 19 Maret 2026, hari ini.

Menyusul John W Paransi dan Raymon Wowor, kini muncul kandidat baru yang dikabarkan akan mendaftarkan diri pada Pukul 14.00 Wita, siang nanti.

Menariknya, bakal calon ke tiga ini adalah srikandi. Dia adalah Sintia Bojoh, jurnalis televisi nasional, SCTV.

Wartawati yang memulai karir jurnalistik di salah satu koran harian daerah Nyiur Melambai itu, diklaim telah mendapat restu dan dukungan Drs Vanny Loupatty yang familiar disapa Maemossa.

Nama Maemosa melejit di internal wartawan lokal Sulut setelah ditunjuk sebagai Plt Ketua PWI Sulut ketika terjadi dualisme kepengurusan PWI Pusat tahun 2025.

Pemimpin Redaksi (Pemred) Meja Hijau.com ini semakin dikenal luas karena melakukan berbagai manuver dengan melantik pengurus Pokja PWI di beberapa kabupaten dan kota di Sulut.

Tak heran, Maemosa yang juga dikenal dekat dengan Gubernur Yulius Selvanus, disebut-sebut menjadi kandidat utama Ketua PWI Sulut periode 2026–2031 untuk menggantikan Drs Vouke Lontaan yang segera mengakhiri masa jabatan dua periode pada akhir bulan ini.

Wakil Ketua PWI Sulut, Adrianus Pusungunaung dengan lugas membenarkan telah mendengar kabar Sintia Bojoh akan maju sebagai salahsatu kandidat calon ketua organisasi wartawan tertua di tanah air di Sulut.

“Ya, kabarnya ada beberapa wartawan yang akan mengantar dan mendampingi Sintia Bojoh mendaftar di Kantor PWI (Sulut) di Manado sebentar siang. Kita tunggu saja,” komentar Arp, yang juga Wakil Ketua Konferensi Daerah (Konferda) PWI Sulut 2026 menjawab FajarManado.News, Kamis, 19 Maret 2026, pagi tadi.

Arp, sapaan karib pria pendukung setia Maemosa ini, mulanya belum bisa memastikan jika Sintia Bojoh adalah representasi atau pengganti Maemosa dalam kontestasi pemilihan Ketua PWI Sulut 2026–2031.

“Memang saya tahu, beliau sempat membesuk Maemosa di rumah sakit Prof Dr RD Kandou. Apakah pembicaraan mereka sampai di situ, saya belum tahu persis,” kilahnya.

Meski demikian, Arp mengaku telah mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut kepada Maemosa. “Maemosa mengaku Sintia Bojoh adalah penggantinya,” ujar pria yang juga karib disapa Adrian ini.

Sintia Bojoh saat ini dikenal sebagai kontributor SCTV yang bertugas di Tomohon dan berasal dari Minahasa. Namun dia mendaftar sesuai dengan nama media dalam keanggotaan PWI.

Sementara itu, wartawan pendukung Sintia Bojoh mengklaim bahwa calonnya merupakan pengganti Vanny Loupatty atau Maemosa yang saat ini masih dalam kondisi sakit, dan telah mendapatkan restu dari beliau untuk maju.

Ia juga mengungkapkan, Sintia Bojoh juga telah mendapat dukungan lisan dari sejumlah wartawan senior.

Selain karena kapasitas dan kapabilitas sebagai insan pers yang profesional, Sintia akan memberikan warna baru apabila terpilih sebagai ketua pada konferensi daerah (Konferda) PWI Sulut pada 31 Maret mendatang.

“Dalam sejarah, belum pernah ada Ketua PWI Sulut dari kaum hawa. Jika Sintia terpilih, maka baru kali ini PWI Sulut dipimpin oleh perempuan,” pungkas sumber, yang tak ditampik Arp.

“Sebenarnya saya tak bisa berkomentar banyak. Tapi soal klaim itu, memang benar PW Sulut belum pernah dipimpin perempuan,” ujarnya.

[heru]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *