FajarManado.News, Pineleng–Luis Paulus Leke kembali maju sebagai calon Hukum Tua (Kumtua) Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Gagal jadi Kumtua Warembungan definitif pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) lalu, Lius menyatakan siap merebut kursi kepala desa melalui pesta demokrasi Pemilihan Kumtua (Pilhut) serentak 2026 di Desa Warembungan.
Langkah ini diambil Lius, bukan semata mengejar jabatan, melainkan sebagai komitmen untuk mewujudkan program-program strategis yang sudah berjalan namun belum tuntas dilaksanakan selama ini.
Pasca kumtua definitif mengakhiri masa jabatan 5 tahun, Desa Warembungan tercatat sudak dua kali dipimpin pelaksana tugas. Tahun 2021 diemban oleh Frida Jeade D’arc Tangkumahat dan April 2025 sampai sekarang oleh Leidy Rurugala.
Yang pasti, warga setempat menilai bahwa di bawah kepemimpina Lius nanti, Desa Warembungan akan mencatat perubahan nyata.
Mulai dari tata kelola administrasi pemerintahan yang lebih tertib hingga pembangunan infrastruktur yang merata. Semua itu tertuan dalam enam program unggulan yang ditawarkannya.
Bagi Luis, pencapaian kerja-kerja para kumtua sebelumnya bukanlah akhir, melainkan landasannya untuk melangkah lebih jauh.
“Saya merasa berhutang kepada masyarakat desa kami, makanya saya mencalonkan diri lagi,” katanya kepada FajarManado.News di Pineleng, baru-baru ini.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan masyarakat pada pemilihan nanti adalah amanah suci.
“Makanya ke depan, saya akan memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan dan menyentuh seluruh lapisan warga. Pelayanan publik juga akan terus ditingkatkan agar semakin terbuka, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan bagi seluruh masyarakat se tumpengan,” sambung dia.
Karena itulah, dalam pencalonan kali ini, Luis membawa visi dan misi yang berfokus pada dua hal utama.
Pertama, menjaga dan memperbaiki infrastruktur serta fasilitas umum agar tetap berfungsi maksimal.
Kedua, menggerakkan perekonomian desa melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis koperasi dan ekonomi kreatif, serta menerapkan sistem administrasi digital untuk memudahkan akses layanan bagi seluruh warga Desa Warembungan.
Respon Masyarakat
Langkah Luis mendaftarkan diri sebagai bakal calon kumtua, mendapat respon luar masyarakat desa terbanyak penduduk di daerah Toar Lumimuut itu.
Mereka senada menyatakan harapan agar desa terus berkembang pesat di bawah pimpinan Lius sebagai sosok yang sudah terbukti kemampuannya dan memiliki pengalaman panjang dalam mengurus kepentingan bersama.
Pilhut 2026 ini dipandang sebagai momen penting bagi seluruh warga Desa Warembungan untuk memilih mana dari 4 calon yang tepat memimpin desa selama 8 tahun ke depan. Pemimpin hanya menawarkan janji, atau yang sudah memiliki bukti kerja nyata dan dedikasi yang tulus.
[Alex Gimon]