FajarManado.News, Talaud – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kedaulatan negara tidak hanya diukur dari kekuatan militer, tetapi juga dari kehadiran pelayanan publik yang prima di wilayah terluar. Hal ini ditegaskan Presiden saat melakukan kunjungan kerja dan “audit total” fasilitas publik di Pulau Miangas, Sabtu (9/5) pagi.
Mendarat sekitar pukul 10.30 WITA, Presiden Prabowo didampingi enam menteri Kabinet Merah Putih langsung menyisir setiap sudut pulau seluas 3,5 kilometer persegi tersebut. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi warga di titik paling utara Indonesia yang secara geografis lebih dekat dengan wilayah Filipina dibandingkan pusat pemerintahan di Sulawesi Utara.
Membedah Infrastruktur Dasar
Dalam inspeksi mendadaknya, Presiden secara spesifik meninjau beberapa titik krusial yang selama ini menjadi tantangan bagi 823 jiwa penduduk setempat:
Akses Air Bersih & Kesehatan: Presiden mengecek langsung kondisi sanitasi dan ketersediaan air bersih bagi 232 kepala keluarga. Di Puskesmas Miangas, beliau memastikan ketersediaan obat-obatan dan kesiapan tenaga medis untuk melayani warga tanpa harus menempuh perjalanan laut yang berisiko.
Pendidikan di Garis Depan: Presiden sempat berdialog dengan para guru dan 143 anak sekolah di Miangas. Beliau menginstruksikan menteri terkait untuk memastikan fasilitas digital dan sarana belajar-mengajar di pulau ini setara dengan standar di kota-kota besar.
Konektivitas & Komunikasi: Mengingat letak Miangas yang terpaut 24 jam perjalanan kapal dari Manado, Presiden memastikan penguatan jaringan telekomunikasi agar warga tetap terhubung dengan pusat informasi nasional secara stabil.
Kehadiran Enam Menteri: Bukan Sekadar Seremoni
Kehadiran enam menteri dalam rombongan ini merupakan langkah taktis untuk mempercepat pengambilan keputusan di lapangan. Presiden menginginkan agar setiap temuan masalah dalam audit ini langsung dicarikan solusinya oleh menteri terkait tanpa birokrasi yang berbelit.
“Negara harus hadir di sini. Miangas adalah beranda terdepan, wajah pertama yang dilihat tetangga kita. Kita pastikan fasilitas di sini tidak boleh ada yang terbengkalai,” tegas Presiden Prabowo di hadapan warga.
Benteng Kedaulatan yang Humanis
Pulau Miangas bukan hanya sekadar koordinat strategis di peta, namun merupakan rumah bagi masyarakat yang memiliki semangat nasionalisme tinggi. Meski hidup dalam keterbatasan akses, warga Miangas dikenal sangat toleran dan menjunjung tinggi persaudaraan.
Kunjungan ini diakhiri dengan pertemuan hangat antara Presiden dan warga. Langkah “Audit Total” ini diharapkan menjadi titik balik bagi pembangunan di pulau-pulau terluar lainnya, memastikan bahwa semboyan “membangun dari pinggiran” benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di garda depan Nusantara
(Lukhy)