Tomohon, Fajarmanado.com – Aksi penghadangan sekelompok pria dengan menggunakan senjata tajam jenis Samurai terjadi di Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Minahasa, Minggu (05/03), siang, menyebabkan sepeda motor 9 pemuda sempat raib.
Peristiwa yang terjadi di ruas jalan penghubung Desa Warembungan dan Kelurahan Tinoor Satu, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon itu, dikisahkan tejadi tiba-tiba dan tanpa sebab.
Tak kurang delapan pria dengan samurai terhunus, menyetop sejumlah sepeda motor yang ditumpangi sembilan pria yang hendak pulang menuju ke arah Desa Tinoor Satu. Sambil melontarkan kata-kata ancaman, sekawanan pria itu menghampiri setiap sepeda motor yang sudah dalam posisi berhenti.
Melihat gelagat sekelompok pria itu, mereka pun melompat dan melarikan diri meninggalkan sepeda motor terparkir di pinggir jalan. Kawanan penghadang sempat mengejar tapi tidak berhasil.
Setelah beberapa saat bersembuyi, Candra Wirawan dan 8 rekannya, menyelinap menuju kembali di tempat kejadian perkara (TKP). Dari kejauhan, kawanan penghadang tidak lagi berada di TKP. Namun ketika mendekat, sepeda motor mereka juga tidak lagi berada di tempat.
“Sesuai informasi masyarakat setempat, sepeda motor kami telah diamankan oleh pihak Polsek Pineleng,” kata Candra didampingi rekan-rekannya, Denny Rompis, Ronny Otay, Bertje Mamangkey, Jimmy Rempas, Agus Rapar, Oni Longdong, Rikart Karinda dan Runtu Gala ketika melapor di Mapolsek Tomohon Utara, sore itu.
Kapolsek Tomohon Utara AKP Bartolomeus Dambe, SH membenarkan peristiwa ini. Saat mendapat laporan, katanya, petang itu juga pihaknya langsung turun melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) guna penyelidikan di Kelurahan Tinoor Satu dan melakukan koordinasi dengan Polsek Pineleng.
“Sepeda motor para korban memang diamakan Polsek Pineleng dan sudah dikembalikan tanpa ada kerusakan apa-apa,” katanya kepada Fajarmanado.com di Tomohon, Senin (06/03), petang tadi.
Mengenai identitas kawanan penghadang, Kapolsek Dambe mengatakan, sedang dilakukan pengembangan bekerjasama dengan Polsek Pineleng. “Cepat atau lambat para tersangka akan kami jemput satu persatu,” tandasnya.
(prokla)