Tondano, Fajarmaado.com – Ketua KNPI Minahasa Theo Umbas, SSTP mengingatkan TNI dan Polri untuk membentuk dan mengefektifkan pengawasan penyebaran isu-isu provokatif melalui tim cyber crime.
“Cyber crime dibutuhkan untuk mendeteksi dini, menangkal dan melacak para tersangka pelaku provokasi melalui media sosial,” katanya di Aula Makodim 1302 Minahasa, Sasaran, Tondano, Selasa (22/11).
Dandim 1302 Minahasa Letkol Czi Moh Andhy Kusuma, S.Sos, MM menggagas acara Silahturahmi Kodim 1302 Minahasa dengan para tokoh agama, tokoh adat dan ormas pemuda Minahasa di Aula Makodim.
Alumni STPDN angkatan XIV ini mengatakan, kemajuan teknologi telah memudahkan siapa pun mengupload gagasan dan pandangan melalui media sosial, baik internet maupun facebook, twitter dan sejenisnya.
“Yang memiriskan, siapa pun bisa membuat akun palsu. Melalui akun palsu inilah para provokator dengan leluasa menebar isu-isu hate peach, provokasi dan isu-isu lain yang bisa menghasut masyarakat,” ujar Ketua KNPI Minahasa yang terpilih aklamasi ini.
Karena itulah Umbas mengusulkan agar baik Polres maupun Kodim Minahasa membentuk dan mengefektifkan peranan Tim Cyber Crime untuk mengawasi isu yang disebarkan melalui dunia maya.
“Memang untuk menelusuri siapa dan di mana para penebar isu perpecahan itu berada, tidaklah mudah. Setidaknya kita bisa menghapusnya apabila disebar pada akun kita atau akun grup yang adminnya berada di daerah ini,” papar Aspri Wakil Bupati Minahasa ini.
Selain itu, Umbas juga menyarakan TNI dan Polri dapat bekerjasama dengan elemen masyarakat untuk membentuk intel bayangan.
Intel bayangan ini, jelasnya, bertugas untuk membantu melakukan deteksi dini dan melaporkan ketika ditemui ada indikasi yang mengancam Kamtibmas dan perpecahan di tengah masyarakat.
“Saya kira kini saatnya TNI dan Polri dapat memanfaatkan peranserta masyarakat untuk menjadi mata dan telinga di lapangan,” katanya disambut aplaus para peserta Silahturahmi itu.
(ely)