Wah…! Tondano Ikut Banjir, Ketinggian Air Mencapai Perut

Wah…! Tondano Ikut Banjir, Ketinggian Air Mencapai Perut
Suasana banjid di Perumahan Rinegetan, Tondano, yang mencapai bagian perut orang dewasa, Minggu (12/2), sore tadi.
Tondano, Fajarmanado.com – Hujan deran berkepanjangan menyebabkan pula Kota Tondano ikut banjir. Di beberapa lokasi, luapan air menggenangi pemukiman penduduk padaMinggu (12/2) siang tadi.

Pantauan wartawan Fajarmanado.com, titik terparah berada di bilangan kampung baru Kelurahan Rinegetan Kecamatan Tondano Barat karena ketinggian airnya mencapai perut orang dewasa.

Menurut keterangan masyarakat setempat, air mulai naik sekira pukul 13.00 Wita siang tadi. “So tenga hari kong aer mulai nae,p as so kaluar (ibadah) gereja kwa,” ujar salah seorang warga.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa terlihat terjun berbaur dengan masyarakat di lokasi-lokasi banjir dan membantu melakukan evakuasi.

Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow (JWS), ketika mendapat kabar ini langsung memerintahkan instansi terkait untuk terjun ke lapangan.

“BPBD, Dinas Damkar, Satpol PP serta SKPD terkait lainya langsung terjun membantu masyarakat yang menjadi korban banjir di Rinegetan,” jelas JWS.

Selain itu ia mengingatkan untuk segera melakukan evaluasi, terutama penyebab terjadinya banjir. Jangan-jangan ada saluran air yang sudah beralih fungsi atau gorong-gorong tersumbat.

“Instansi terkait juga segera buat laporan setelah menemukan penyebab banjir dan konsultasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk mendesain pengerjaan saluran air supaya tidak lagi banjir,” tegas JWS.

Terpisah, Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK mengatakan, pihaknya mengerahkan personil polisi membantu masyarakat yang kena musibah banjir, termasuk mengendalikan arus lalulintas.

“Saya telah perintahkan anggota Polisi untuk terjun ke lokasi banjir dan membantu masyarakat,” ujar Syamsubair.

Diketahui, hujan disertai angin melanda Tondano sejak dini tadi  dan terus berlanjut sampai sore menjelang malam ini.

Meski demikian  bencana alam banjir ini dilaporkan tidak memakan korban jiwa, kecuali kerugian materil dari penduduk setempat.

(fiser)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *