TOMOHON, FAJARMANADO.com – Aksi pencatutan nama pejabat kembali terjadi di Kota Tomohon. Kali ini yang dijadikan ‘alat’ adalah nama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tomohon Mohammad Noor SH MH.
Petinggi lembaga yudikatif tersebut digunakan oknum tak dikenal meminta uang ke sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kota relegius ini menjelang Natal dan Tahun Baru 2016.
Untung saja, sebagian calon korban tidak menggubris tapi ada juga yang sempat mengonfirmasi kebenarannya kepada pegawai Kantor Kejari dimaksud
Kajari Tomohon melalui Kasi Intel Togap Silalahi SH mengaku berang dengan adanya informasi tersebut dan spontan melakukan pelacakan.
‘’Kami langsung bergerak cepat. Nomor telepon yang digunakan untuk meminta uang dengan mencatut nama Pak Kajari sudah kami kantongi karena setiap orang yang berkunjung ke instansi-instansi, selain nama ikut menulis nomor telepon genggamnya masing-masing,’’ ujar Silalahi.
Hanya saja, ketika beberapa kali dihubungi, nomor yang digunakan penelepon gelap tersebut tidak lagi aktif. Meski begitu, upaya pelacakan terus dilakukan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.
Selain melakukan pelacakan, kata dia, pihak Kejari Tomohon akan menyurat ke semua SKPD-SKPD agar tidak melayani tamu yang mengatasnamakan Kajari atau Kasi Intel untuk meminta uang. Bila ada, langsung saja diamankan untuk diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.
‘’Jika ada oknum mengaku dari Kejari Tomohon lalu tak ada tanda pengenal atau identitas maupun surat resmi supaya tidak dilayani dan langsung saja diamankan,’’ tegas Silalahi.
Baca: Merasa Difitnah, Sumarsono…
(her)