Hujan dan Angin, Seantero Jalan Raya Terhalang Pohon Roboh

Hujan dan Angin, Seantero Jalan Raya Terhalang Pohon Roboh
Pohon tumbang di jalan Trans Amurang. Foto: Andries Pattyranie
Amurang, Fajarmanado.com – Pemandangan jalan raya di Amurang khususnya yang menghubungkan antara Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Tenggara dilaporkan terhalang dengan pohon patah alias roboh.

Pasalnya, Minggu (8/1/2017), hujan dan angin kencang disertai mati lampu mengakibatkan banyak pohon patah. Akibatnya, kondisi jalan terhalang bagi kendaraan roda dua hingga empat.

Dari pantauan Fajarmanado.com disepanjang jalan Amurang-Ranoketang Tua terdapat banyak titik pohon yang patah alias roboh akibat hujan dan angin kencang menghiasi Minsel pada umumnya.

Belum lagi dilaporkan, jalan Ranoketang Tua-Lobu (Tombatu/Touluaan) juga terdapat banyak pohon yang melentang akibat hujan disertai angin kencang. Begitupula dengan jalur Buyungon-Kilometer Tiga (Jln Palambean) terdapat tiga titik pohon yang roboh, namun sayangnya belum ada penanganan dari pemerintah desa dan kelurahan.

‘’Sebagai warga, jujur tidak mengetahui kalau hujan disertai angin kencang ada musibah pohon roboh? Tapi, karena harus melakukan perjalanan ke Amurang, maka pun tetap melaksanakan perjalanan. Tapi, tanpa disadari hampir semua jalan ada pohon roboh. Sayangnya, sepanjang jalan tersebut belum ditebang oleh petugas atau pemerintah desa dan kelurahan,’’ujar Marthen Pusung, warga Buyungon.

Menurut Marthen, sebetulnya ini menjadi tanggungjawab antara pemerintah Desa Kilometer Tiga dan Kelurahan Buyungon. Sebab, kondisi jalan penghubung Buyungon-Kilometer Tiga menjadi sarana jalan alternative.

Senada dikatakan Pdt Lucky Tumbelaka, MTh. Ia mengaku kaget manakala saat akan ke kebun melewati jalan Palambean dan Lopana Kecil, jalan tertutup pohon tumbang.

‘’Ya benar, saat melewati jalan tersebut, sudah tertutup pohon tumbang akibat hujan disertai angina kencang. Akibatnya, hal diatas diurungkan niatnya untuk ke kebun bersama keluarga. Dan akhirnya kembali ke Kelurahan Rumoong Bawah ditempat tugasnya GMIM Efata Rumoong Bawah,’’ jelas Pdt Lucky Tumbelaka, MTh.

Lurah Buyungon Petrus Ulaan, ST dan Kepala BPBD Minahasa Selatan, Handry Komaling, SH belum berhasil dikonfirmasi terkait pohon-pohon yang tumbang tersebut.

(andries)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *