Jakarta, Fajarmanado.com – Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan (PAMI-P) ternyata tidak gertak sambal. Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember 2016, kemarin, mereka menyambagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Massa yang dipimpin Ketua Umum Noldy Pratasis dan Ketua Harian DPP Maykel Tielung sebagai Koordinator Aksi PAMI-P menggelar aksi demo damai di kantor anti rasuah itu.
Memajang berbagai spanduk dan karton putih bertuliskan tuntutan-tuntutan mereka, ratusan massa PAMI-P mengawali aksinya pada sekitar pukul 14.00 WIB di Kantor PT PLN Pusat, kemudian bergerak menuju Kantor KPK.
Terpantau ada lima tuntutan prinsip yang mereka kedepankan. Pertama, mendesak KPK membuktikan pernyataan menteri Keuangan agar korupsi di PT PLN harus ditelusuri dan diperiksa.
Ke dua, mendesak Direksi PT PLN agar mencopot General Manajer (GM) PLN Wilayah Suluttenggo. Ketiga, mendesak GM PLN Wilayah Suluttenggo agar segera mengundurkan diri sesuai janjinya karena listrik masih sering padam.
Keempat, mendesak KPK melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah proyek yang ada di wilayah kerja PT PLN Suluttenggo, yang dokumennya telah diserahkan kepada KPK beberapa pekan lalu.
Lima, memeriksa GM PTPLN Suluttenggo dan Satker terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi yang terjadi di Wilayah kerja mereka.
“Demo Damai di KPK seperti ini akan kami lakukan berulang sampai ada pembuktian Tindak Pidana Korupsi,” Tielung dalam orasinya di depan Kantor KPK.
Meski demikian, ia mengatakan bahwa PAMI-P akan tetap konsisten membantu KPK.
“Sambil kami mengawal proses Penyelidikan, kami akan terus berupaya membantu menyiapkan bukti-bukti yang diperlukan. Kami pun akan terus mengawal sampai dugaan kasus ini diproses pengadilan,” katanya.
Dihubungi usai demo damai, Tielung mengatakan, aksi di Jakarta itu untuk mendukung langkah KPK dalam memberantas korupsi termasuk dugaan korupsi di tubuh PT PLN Persero.
“Kami mendukung KPK agar lebih eksis dalam pemberantasan Korupsi. Dan untuk tubuh perusahaan BUMN yakni PTPLN Persero, kami mendesak agar diperiksa dari Wilayah Suluttenggo hingga ke PLN Pusat. Dukumen laporannya lengkap dan laporannya dikasi ke KPK,” ujar Tielung melalui telepon selular tadi malam.
Sementara Noldy Pratasis saat di konfirmasi mengatakan, demo damai ini dilakukan karena alasan PLN terkait listrik padam tidak sesuai kemyataan.
“Alasan klasik pihak PLN pasti karena bencana, pohon tumbang, kerusakan alat dan sumber listrik, ada juga karena pemeliharaan rutin. Itu bahasa basi. Ingat, Sulut kaya akan sumber tenaga Listrik, tapi mengapa masyarakat krisis listrik?” tanyanya.
Pratasis kemudian menyarankan sebaiknya GM Suluttenggo mengundurkan diri saja dulu. “Oknum GM itu penah berjanji kalau masalah pemadaman listrik di Sulut tidak teratasi beliau akan mundur dari jabatannya,” ujar Pratasis.
Menurutnya, sumber pemadaman listrik yang terjadi di Sulut selama ini diduga keras akibat korupsi. “Kami menduga ada korupsi,” katanya.
Sinyalemen ini terjadi pada sejumlah pengadaan yang ada di wilayah kerja PLN Suluttenggo. Pengadaan alat atau barang diduga tidak sesuai standard ataupun spesifikasi.
“Bahkan kami menduga ada laporan kerja PT PLN direkayasa seakan-akam sudah benar namun salah. Banyak penyimpangan yang terjadi,” tandasnya.
Demo PAMI-P berjalan damai dengan pengawalan dari Puluhan Polisi dari Polda Metro Jaya dan Polsek-polsek setempat. Selang jam 14.00 hingga jam 15.30 WIB berlangsung di Kantor Pusat PT PLN Jalan Trunojoyo dan berakhir di Kantor KPK sejak 16.30 hingga usai.
(ely)