Survey PusDeHAM Bukan Akhir, Mokodompit: Akan Ada Survey Lagi dari DPP Untuk Cawako Tomohon

Tomohon, Fajarmanado.com — Tensi politik di Kota Tomohon jelang Pilkada serentak 9 Desember 2020 mulai memanas menyusul tereksposenya hasil survey.

Hasil survei Pusat Studi Demokrasi dan HAM (PusDeHAM), yang disebut-sebut dipakai partai Golkar ini, dikabarkan bocor ke tim sukses salahsatu bakal calon yang digadang-gadang diusung Partai Golkar pada Pilkada Kota Tomohon.

Salah satu dari tiga Srikandi Beringin Bakal Calon (Balon) Wali Kota Tomohon dikabarkan unggul dari dua seniornya. Pendatang baru ini oleh tim suksesnya menyebut meraup 30,4 persen sebagai Calon Wali Kota (Cawako) Tomohon.

Tak dijelaskan metode apa survey dilakukan dan berapa banyak responden yang dijadikan sampel serta tingkat akurasinya atau persentase margin erornya.

Reaksi minor dari akar rumput Beringin di Kota Tomohon sontak bermunculan. Sebagian besar mensinyalir bahwa hasil survey PusDeHAM adalah rekayasa belaka sebagai titipan oknum petinggi Partai Golkar setempat.

Terkait reaksi minor atas hasil survey PusDeHAM ini, memantik Sekretaris DPD Partai Golkar Sulut, Rasky Mokodompit, angkat bicara.

Mokodompit menjelaskan, masih ada lagi survey yang akan dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada bulan Juli mendatang.

“Jadi hasil survey saat ini bukan untuk dijadikan acuan terakhir untuk menentukan calon dari Partai Golkar, sebab dari DPP tetap akan melakukan survey dan itu akan dilakukan pada bulan Juli nanti sebelum dikeluarkannya surat putusan pasangan,” ujarnya kepada sejumlah Wartawan di Manado, Selasa (23/6/2020).

Rasky, putera mantan Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit ini,  menambahkan, hasil survey tersebut tetap menjadi salah satu acuan.

“Nanti kita lihat perkembangan sampai bulan Juli mendatang, berapa persen dari perubahan elekstabilitas bakal calon pada survei terakhir,” ujarnya.

Penulis: Prokla Mambo