Tompasobaru, Fajarmanado.com – Aksi simpatik pemasangan lilin sebagai reaksi atas vonis 2 tahun penjara terhadap Basuki Tjahja Purnama alias Ahok merambah sampai ke pelosok kecamatan dan desa.
Setidaknya, ada tiga kecamatan yang menggelar aksi pemasangan 1000 lilin, Jumat (12/05/2015), tadi malam di Sulawesi Utara (Sulut). Yakni, Kecamatan Tompasobaru dan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa.
Rafly Sinengkeyan (29), warga Desa Tumani Kecamatan Maesaan, mengatakan, aksi massa ini adalah bentuk ekspresi warga Tompasobaru dan Maesaan terhadap vonis tak patut yang dijatuhkan majelis hakim kepada Ahok, Gubernur DKI Jakarta non aktif ini.
“Walaupun kami masyarakat kecil tapi kami juga mengerti hukum. Kami melihat saat ini begitu banyak tindakan ketidakadilan yang dilakukan untuk kaum minoritas. Kami menginginkan perlakuan yang sama di mata hukum agar kedamaian tercipta di NKRI yang kami cintai ini,” ujar Sinengkeyan.
Vivi Sendou, waga Sonder juga mengungkapkan hal senada. Aksi pemasangan lilin massal di jalan utama Sonder tadi malam, juga merupakan eskpresi solidaritas terhadap vonis hakim atas Ahok.
“Ahok tidak pantas dihukum 2 tahun. Hakim terkesan tidak bersikap independen tapi dipengaruhi tekanan massa. Mana mungkin hakim mengambil keputusan tidak mengacu pada tuntutan jaksa, namun terkesan keinginan majelis hakim sendiri,” sela Demke Laoh, SH.
DI Maesaan dan Tompasobaru, aksi solidaritas tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Usai itu, mendengarkan orasi yang disampaikan bergantian beberapa orator.
Pada prinsipnya, mereka mengajak peserta aksi untuk memberikan dukungan moril kepada Ahok, yang dinilai tidak melakukan penodaan agama. Massa juga diminta untuk terus memberikan dukungan kepada TNI dan Polri dalam menjaga keutuhan NKRI, manun mendesak untuk segera membubarkan ormas radikal yang ingin memecah belah bangsa dan negara. Mereka mendesak pula agar Ahok segera dibebaskan.
Aksi solidaritas di Maesaan dan Tompasobaru tersebut, melibatkan ribuan orang, termasuk ormas Laskar Minaesa. Aksi yang berlansung aman dan lancar mulai jam 9 malam itu, tampak melibatkan personil kepolisian Polsek Tompasobaru bersama Polsek Ranoyapo dan Modoinding.
(prokla)