Manado, Fajarmanado.com – Drama penghadangan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah masuk Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (13/05/2017), hari ini berakhir dengan kekecewaan ribuan warga daerah Nyiur Melambai terhadap Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK)
Massa yang semula menggelar aksi demo di Bandara Sam Ratulangi, beralih melakukan aksi yang sama di Kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus Manado. Mereka menuding OD-SK justru yang menggagalkan aksi massa yang ngotot tidak mengizinkan Fahri Hamzah menginjakkan kaki dan melakukan kunjungan kerja di tanah Toar Lumimuut ini.
Tudingan massa anti Fahri Hamzah ini dibuktikan beredarnya sejumlah foto, mulai penjemputan sampai mengeluarkan politisi PKS ini dari bandara melalui jalan tak lazim.
Rombongan OD-SK dikabarkan ke luar bandara dari sisi lain, yakni melalui ‘jalan tikus’ di Desa Wusa, bukan melalui pintu VIP Room atau pintu kedatangan domestik maupun internasional.
Di tengah penasaran massa pendemo, tiba-tiba muncul pula beberapa foto yang disebar melalui sejumlah akun facebook, mulai saat tiba sampai suasana pertemuan di kantor gubernur.
Tanpa satu komando, massa kemudian ramai-ramai menuju kantor pusat pemerintahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut di Jalan 17 Agustus Manado. Di tiga pintu utama masuk dan keluar sudah berjaga-jaga ratusan polisi.
Massa yang berangsur-angsur bertambah, akhirnya tak mampu lagi dihalau masuk halaman. Mereka merangsek setelah saling dorong dan sempat bersitegang dengan polisi yang memberikade jalan masuk.
Selama demo di kantor gubernur, massa membeberkan uneg-uneg mereka terhadap sikap OD-SK. Tak ayal, drama pembelokiran Fahri Hamzah masuk Sulut dan demo di kantor gubernur ini menjadi tranding topic di media sosial, terutama facebook.
Pada intinya, facebooker mengungkapkan kekesalan mereka lolosnya Fahri Hamzah ke luar bandara dan melakukan pertemuan dengan jajaran Pemprov Sulut di Manado. Pasangan Gubernur dan Wagub OD-SK dinilai tidak lagi bersikap akomodatif bagi ribuan warganya hanya karena sosok yang mengetuk palu meloloskan hak angket e-KTP di DPR RI itu.
“Akhirnya, saya jadi mahfum juga jika yg menyambut si pembela koruptor E-KTP adalah orang yg namanya ada dalam dakwaan E-KTP.” demikian tulis Deky Geru, siang tadi.
Sementara itu, usai melakukan pertemuan di Kantor Gubernur, Fahri Hamzah dikawal ketat menuju Bandara Sam Ratulangi, kemudian kembali ke Jakarta, sore tadi. Padahal, politisi yang dituding dekat dengan Front Pembela Islam (FPI) ini, sesuai agenda berada di daerah Nyiur Melambai sampai Minggu (14/05/2017), pukul 10.55 Wita.
(mon/ely)