DPP APDESI

Relokasi Pedagang Pasar Esa Waya, Lontaan : Kita Pacu Pekan Depan

Relokasi Pedagang Pasar Esa Waya, Lontaan : Kita Pacu Pekan Depan
Maudy Lontaan, SSos
Kawangkoan, Fajarmanado.com – Pasca diresmikan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey pada 17 Maret 2017, fasilitas modern di Pasar Esa Waya Kawangkoan, Minahasa kini siap digunakan. Relokasi pedagang dipastikan dilakukan pekan depan.

“Kita akan pacu pekan depan. Saat ini tinggal penomoran lapak saja,” kata Kadis Perdagangan Minahasa Maudy Lontaan, SSos kepada Fajarmanado.com di Kawangkoan, Jumat (21/04/2017).

Ditemui usai mewakili Bupati Drs Jantje Wowiling Sajow MSi pada Ibadah dan Pawai Paskah BKSAUA Kawangkoan, di Terung Pali’usan, kompleks pusat Kota Kawangkoan, Lontaan pun memberikan petunjuk kepada Kepala Pasar Kawangkoan Johly Rori, SE.

“Secepatnya, data-data pedagang yang layak dimasukkan dan jangan lupa penomoran lapak-lapaknya agar pedagang tidak kebingungan saat hendak masuk nantinya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Rori melaporkan bahwa para pedagang yang berhak menggunakan kios dan lapak pada bangunan modern tersebut sudah berhasil dievaluasi. Mereka yang diprioritaskan memiliki SHP (Surat Hak Penempatan) dan syarat lain yang telah ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Mendengar penjelasan ini, Kadis Lontaan memastikan jika relokasi pedagang ke bangunan baru tersebut bisa dipacu pada akhir pekan depan. “Kalau begitu, paling lambat akhir minggu depan pedagang sudah bisa dipindahkan,” katanya.

Mengenai los yang menampung 100 pedagang yang dibangun investor CV Inka, Lontaan mengatakan harus secepatnya dirampungkan supaya bisa digunakan bersama-sama dengan sarana pasar modern, yang dibangun dengan APBN 2017 bernilai Rp6,2 miliar lebih itu.

“Saya lihat masih perlu ada pembenahan agar terlihat bagus. Saya sudah menelepon pihak perusahaan. Mereka akan membenahi talang air dan mengecat bangunannya,” ujar mantan Camat Kawangkoan ini.

Seperti diberitakan, Pasar Kawangkoan mendapat alokasi APBN 2016. Sesuai hasil tender yang dimenangkan PT Dayana Cipta, dana Rp6,2 miliar dibangunkan 168 lapak dan 48 kios pada satu bangunan utama dan beberapa bangunan pendukung lainnya, termasuk kantor, ruang penitipan barang, anak dan pos penjagaan.

Lahan sisa dari hasil pembongkaran sejumlah kios dan los di sebelah timur dan selatannya dibangunkan investor CV Inka 100 tempat penjualan. Sesuai perhitungan konsultan, nilai tempat penjualan tersebut dikelompokkan menjadi dua bagian, yakni 60 tempat Rp12 juta dan 40 lokasi lainnya bernilai Rp11 juta.

“Soal harga, silahkah berurusan dengan perusahaan. Kami hanya berharap ketika pedagang direlokasi kembali, semuanya bisa tertampung karena kios dan lapan yang tersedia tidak bisa menampung semua pedagang yang ada,” ujar Lontaan.

Sementara. Jemmy Watung, pemasaran CV Inka mengungkapkan, dari 100 tempat usaha yang dibangun telah dipesan 68 lokasi. “Perusahaan tidak asal saja menetapkan harga, karena ada perhitungan dari konsultan. Perusahaan pun menjamin akan mengurus SHP pedagang pemesan, sepanjang mereka memang layak sesuai aturan,” ujar pensiunan pegawai Pasar Minahasa ini.

(ely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *