“Sulawesi Utara sekarang lampu kuning terhadap penyakit atau infeksi yang ditularkan antara manusia dan hewan zoonosis serta penyakit emerging,” katanya, Senin (26/3/2018).
Kandouw mengungkaplkan hal tersebut, ketika didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sulut dr Kartika Devi Tanos MARS membuka acara Simulasi Penanganan Bencana Non Alam Zoonosis dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) dengan Pendekatan ‘One Health” di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado.
“Ini merupakan ancaman serius karena tidak di blow up, kelihatan sedikit tapi di bawah banyak ibarat teori gunung es,” kata Wagub Kandouw.
Wagub selanjutnya memuji James Sumendap SH, Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) yang tengah cuti kampanye Pilkada 2018.
Sumendap, kata Kandouw, mengantar Kabupaten Mitra sebagai daerah pertama di Provinsi Sulut yang sadar akan bahaya zoonosis ini.
“Saya musti akui dan berikan nilai 10 karena yang pertama adalah Bupati Minahasa Tenggara Bapak James Sumendap. Dia yang pertama pakai tanda, anjing- anjing di sana semua di vaksin. Ini harus diikuti oleh semua kabupaten kota yang lain,” ungkap Wagub.
Kandouw juga mengatakan proses pemeliharaan ternak, khususnya ternak babi belum sempurna, mulai pemeliharaan sampai pengelolaannya.
“Kalau sudah sempurna ini bisa menjadi nilai tambah, bisa diekspor tidak hanya domestik tapi bisa sampai ke luar negeri,” ujarnya.
Untuk itu, Kandouw menegaskan, pemerintah harus jemput bola mulai dari pemeliharaan sampai penanganan penyakit.
“Kepada para peternak harus siap memerima kalau petugas datang untuk menyuntik harus terima agar pertumbuhan binatang lebih baik karena kalau lebih sehat nilainya akan lebih laku untuk diekspor,” tegasnya.
“Saya harap kepada peserta untuk mengikuti kegiatan ini dan kepada narasumber dan fasilitator agar paripurna dalam penyampaian materi maupun simulasi agar mampu memberikan output dan outcome sebagaimana diharapkan bersama,,” sambung Wagub Kandouw
Kegiatan ini dihadiri Kementerian RI yamg diwakili oleh Kepala Balai Besar Veteriner Maros drh Sulaxono Hadi, pejabat Eselon 2 dari lintas Kementerian dan Kelembagaan, Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo Sulut, dan Peternakan Sulut , Team Leader AIPEIED Dr Adrian Coghill bersama anggota tim, Perwakilan DFAT Australia Nieke Budiman. Team Leader PnR Mr Solomon Benigno bersama tim, dan Perwakilan FAO drh Ahmed Ghosali.