PUSKUD Sulut Jemput Bola, Sambangi Kemenkop dan INKUD

Ikut Lobi Pencairan Rp45 M Dana Penyertaan Modal KUD-KUD Anggota PUSKUD Sulut

FajarManado.News, Jakarta — Pasca Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025, Pusat Koperasi Unit Desa Provinsi Sulawesi Utara (PUSKUD Sulut) menyambangi Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Induk KUD (INKUD) di Jakarta.

Kunjungan kerja pengurus koperasi sekunder selama dua hari pada awal pekan ini tersebut, dipimpin langsung Ketua Drs Ratu Dareda, didampingi Direktur Utama (Dirut) Puskud Sulut, Stephen “Kabasaran” Liow dan beberapa pengurus lainnya.

Diawali di Kantor Kemenkop pada Senin, 6 Juli 2026, lalu besoknya di Kantor INKUD, Ratu Dareda Cs  melaporkan hasil RAT 2026 yang digelar 13 Juni 2026 di Manado.

Lobi Pencairan Sisa DPM

Selain menyampaikan program kerja tahun 2026 sekaligus melakukan audiensi, termasuk melobi pencairan sisa dana penyertaan modal (DPM) di INKUD, yang diperkirakan masih berkisar Rp45 miliar.

DPM adalah dana yang tercipta atas penyisikan Rp2.000 setiap transaksi per kilogram cengkih KUD-KUD dengan Badan Penyanggah dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) melalui PUSKUD selang sekira tahun 1991–1997.

Selain DPM, nilai transaksi yang ketika itu Rp7.900 per kilogram tersebut masih dilakukan pemotongan untuk penyisihan sebagai Simpanan Wajib Pokok Petani (SWKP) sebesar Rp1.900 per kilogram.

Dari total transaksi TNC semasa itu, dikabarkan jumlah DPM KUD–KUD anggota PUSKUD Sulut ada sekira Rp95 miliar yang tertahan di INKUD. Namun belakangan dikabarkan tinggal tersisa sekitar Rp45 miliar.

Program Strategis

Mengusung slogan KUD Bangkit, Maju dan Sejahtera, delegasi PUSKUD Sulut diterima oleh Deputi dan Staf Ahli Antarlembaga serta Staf Ahli bidang Ekonomi Kemenkop RI.

Sedangkan kunjungan di INKUD, Ratu Dareda Cs diterima langsung oleh Ketua Umum INKUD, Portasius Nggedi.

Dalam kesempatan audiensi di Kantor Kemenkop, Ratu Dareda mengaku menyampaikan sejumlah progtam, termasuk dukungan terhadap program strategis dan usaha potensial pertanian dan perikanan maupun pertambangan  yang bisa dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) di daerah Nyiur Melambai ini.

“Kami menyampaikan usulan-usulan untuk memperluas ruang gerak KUD dalam mengembangkan produk-produk pertanian guna menunjang program ketahanan pangan, terutama bisa turut berkontribusi aktif dalam program prioritas pemerintah seperti MBG,” kata Ratu Dareda.

Ia menyampailan apresiasi dan  terima kasih kepada pihak Kemenkop yang telah menerima berbagai progtam PUSKUD Sulut dalam memberdayakan KUD–KUD di daerah ini.

“Yang membanggakan, kami juga memperoleh masukan, antara lain tentang pupuk, bibit, dan alat pertanian,” ujarnya, yang juga hal yang sama terangkat saat beraudiensi dengan Ketua Umum INKUD.

Direktur Utama Puskud Sulut, Stephen Liow mengungkapkan bahwa ada sejumlah gagasan penting terkait dengan pemberdayaan KUD dari hasil pertemuan dengan Kemenkop dan INKUD.

“Kami sedang berupaya untuk meningkatkan peran KUD sebagai penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di desa-desa yang berada di Sulawesi Utara. Oleh karena itu, kami melaksanakan kegiatan jemput bola ini,” jelasnya.

Menurutnya, sedikitnya empat gagasan penting dari hasil pertemuan dengan Kemenkop dan INKUD, antara lain, memperkuat lembaga untuk berkontribusi terhadap program MBG.

Baik Kemenkop maupun INKUD, lanjutnya KUD-KUD di Sulut, di bawah koordinasi PUSKUD juga diharapkan bisa menjadi penyangga kebutuhan produk holtikultura untuk provinsi tetangga.

Program menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis pertanian ini, kata Stephen, sudah menjadi komitmen PUSKUD sesuai amanat RAT.

“Bahkan kami sudah melakukan pemetaan bidang-bidang usaha potensial yang bisa dilaksanakan oleh KUD,” ujarnya.

Namun untuk mewujudkan hal ini, Stephen menyatakan butuh kolaborasi dan sinergitas yang kuat dengan stakeholder dan pihak-pihak lain yang memiliki semangat yang sama untuk memajukan koperasi.

[heru]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *