Hampir Sebulan, DAS Tondano Dipenuhi Enceng Gondok

Hampir Sebulan, DAS Tondano Dipenuhi Enceng Gondok
PARAH : Kondisi DAS Tondano dari hilir sampai di pintu air Tonsea Lama yang tertutup enceng gondok.
Tondano, Fajarmanado.com – Sejumlah nelayan yang menambatkan perahunya di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Tondano, Minahasa, dari hilir sampai ke pintu air Tonsea Lama menjerit. Enceng gondok yang tumbuh subur di sepanjang DAS menyebabkan mereka tidak bisa lagi mencari ikan.

Akibatnya, perekonomian keluarga terganggu karena mata pencaharian mereka sebagai kepala keluarga yang terhenti. “Kondisi seperti ini sudah hampir tiga pekan. Tapi sampai dengan saat ini tidak ada tindakan apa-apa dari pemerintah Kabupaten Minahasa. Buktinya, sungai ini tak kunjung bersih dari enceng gondok yang sudah padat seperti ini,” ujar Frans, nelayan yang mengaku berdomisili di Kelurahan Ranowangko.

Disisi lain, Jakcy, lelaki parobaya yang mengaku berasal dari Kelurahan Roong mengeluhkan hal serupa. Dikatakanya, perahu dan jarring (pukat) miliknya hanya terbiar tidak digunakan. Karena perahu tidak bisa lewat di aliran sungai yang telah dipadati dengan enceng gondok.

“Tolong pemerintah beri perhatian lebih terhadap situasi ini. Apalagi hal ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Jangan sampai masyarakat yang kena dampak dari situasi ini berpikir jika pemerintah tidak ada perhatian,” ujarnya.

Dikatakanya juga, mungkin saja nelayan lain yang berdomisili di sekitaran Danau Tondano masih bisa beroperasi. Tapi situasi mereka berbeda. “Satu-satunya jalur untuk kami menuju Danau Tondano hanya melalui aliran sungai ini. Karena itu, pemerintah harus ada inovasi handal supaya situasi seperti ini tidak lagi terjadi dikemudian hari,” tambah lelaki berkacamata tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa, Ir Alva Montong mengatakan bahwa aliran sungai tersebut adalah tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Meski demikian menurut Montong, pihaknya tidak hanya berpangku tangan melihat dan mendengar keluhan dari para nelayan tersebut.

“Untuk aliran sungai, itu adalah tanggung jawab Pemprov Sulut. Tapi untuk Danau Tondano, adalah tanggunjawab Pemkab Mianahasa. Saat ini eskavator yang beroperasi membersihkan enceng gondok di wilayah Eris, telah dipindahkan ke hulu aliran sungai karena banyak enceng gondok yang terkumpul disitu akibat terbawa angin dan arus air danau,” jelas Montong.

Penulis : Fiser Wakulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *