Tondano, Fajarmanado.com — Serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, mulai memicu kepanikan masyarakat.
Berbagai kabar simpang siur terkait DBD dengan cepat beredar ke publik. Teranyar, soal kematian seorang anak perempuan berusia tiga tahun asal Desa Walantakan, Langowan Utara, baru-baru ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Minahasa, dr Yuliana Kaunang MKes, saat dihubungi terkait kabar tersebut mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya korban meninggal akibat DBD di Minahasa.
Namun, dirinya mengaku memang telah mendengar kabar soal kematian anak perempuan di wilayah Langowan.
“Kalau terkait kematian di Langowan itu kita belum menyimpulkan bahwa penyebabnya akibat DBD. Sebab mengacu dari hasil pemeriksaan sampel darah oleh pihak rumah sakit Noongan, tempat dimana anak tersebut sempat dirawat, tidak menyebutkan bahwa yang bersangkutan terkena DBD. Artinya sampai pasien pulang dari rumah sakit belum terdeteksi adanya DBD,” jelas Kaunang, Senin (28/1/2019) tadi.
Lanjutnya, keterangan yang diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Noongan menyebut bahwa pasien saat itu mengidap gejala penyakit tipes.
“Memang secara umum ada beberapa kemiripan antara gejala tipes dan DBD. salah satunya demam tinggi. Tapi kita belum tahu persis seperti apa, yang pasti sampai saat ini kami masih mengacu dari keterangan pihak rumah sakit,” tandasnya.
Meski begitu, pihaknya masih akan melakukan pendalaman terkait kasus kematian tersebut. “Nantinya Puskesmas di wilayah terkait akan melacak lebih jauh untuk memastikan penyebab kematian anak tersebut,” kata Kaunang sembari menyebut jumlah kasus DBD di wilayah Minahasa sepanjang bulan Januari 2019 ini telah mencapai 168 kasus.
Informasi yang dirangkum, Nikita Tambuwun, gadis cilik berparas cantik asal Desa Walantakan, Langowan Utara, sempat dilarikan orangtuanya ke RSUD Noongan pada Jumat pekan lalu setelah mengalami demam tinggi.
Setelah melalui pemeriksaan sampel darah di laboratorium, pasien didiagnosa mengidap gelaja penyakit tipes dan oleh pihak rumah sakit direkomendasikan rawat jalan.
Malangnya, keesokan hari demamnya kambuh dan gadis cilik itu meninggal dunia meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Budi Setia Langowan.
Berbagai kabar berhembus pasca kematian korban. Salah satunya soal penyebab kematian yang disinyalir bukan akibat penyakit tipes melainkan DBD yang memang saat ini sementara mewabah.
Bahkan ada yang menduga telah terjadi kesalahan diagnosa dan menuding hasil pemeriksaan laboratorium RSUD Noongan tidak akurat. Namun sejauh ini belum ada pemeriksaan lebih jauh yang memastikan penyebab kematian Nikita.
Penulis: Fiser Wakulu