Jalan Amurang-Kapitu Rusak Parah, BPJN Lakukan Tambal Sulam

Jalan Amurang-Kapitu Rusak Parah, BPJN Lakukan Tambal Sulam
JALAN AMURANG-Kapitu butuh perhatian pemerintah. Sama halnya dengan jalan Trans Sulawesi di Amurang pada umumnya. Olehnya, warga berharap pemerintah pusat melalui BPJN Manado ikut bertanggungjawab memperbaiki jalan tersebut. (Foto: Andries)
Amurang, Fajarmanado.com – Jalan Trans Sulawesi, khususnya Amurang Raya terlihat tak terawat. Lebih parah lagi, kondisi jalan Amurang-Kapitu tembus Teep makin parah kerusakannya. Namun, sepertinya Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Manado hanya lakukan tambal sulam lobang-lobang yang ada dijalan Trans Sulawesi, Amurang.

Dari pantauan Fajarmanado.com terdapat ratusan lobang dari arah Lopana Kecamatan Amurang Timur melewati Amurang Raya sampai Desa Teep Kecamatan Amurang Barat. Sayanngya, pihak yang bertanggungjawab yaitu BPJN Manado justru hanya melakukan tambal sulam disepanjang jalan paling ramai di Minsel tersebut.

‘’Oh kondisi jalan Trans Sulawesi di Amurang semakin parah saja. Sayangnya, pihak yang bertanggungjawab yaitu BPJN Manado tak kuasa langsung melakukan perbaikan. Makin lama dibiarkan, makin rusak keadaannya pula. Sebab, bukan sedikit volume kendaraan yang melewati jalan Amurang,’’ujar Drs Dicky Umpel, BSc, tokoh masyarakat Amurang saat ditemui dikediamannya, Kelurahan Pondang.

Menurut Umpel, bahwa kondisi jalan Amurang dipastikan akan makin parah kalau tidak diperbaiki dengan baik. Bahkan, akibat kondisi rusak diatas, tidak sedikit korban baik dengan sepeda motor (R2) atau kendaraan umum (R4) yang terjadi.

‘’Jadi, melihat hal diatas makin rusak saja. Maka, usulnya BPJN Manado segera memperbaikinya. Ataukah, sebagai warga Amurang berhak melapor KPK atas kontraktor yang mengerjakan jalan dua arah Pondang-Amurang tersebut. Pasalnya, puluhan miliar habis tapi justru kondisi jalan dua arah Amurang nyaris bikin marah masyarakat. Sekali lagi, warga berhak mengawasi dan melapor ke KPK serta bertindak karena dugaan terjadi korupsi saat pekerjaan jalan dua arah Amurang,’’tanyanya.

Senada dikatakan Maxi Katihokang, tokoh masyarakat Amurang Barat. ‘’Bahwa, setiap hari saya harus bolak balik Amurang Raya mengendarai R2. Pastinya, selalu melewati jalan Amurang-Kapitu dan Teep. Namun sangat disayangkan, kondisi jalan diatas juga rusak parah. Menurut Katihokang, kondisi paling parah kalau melewati jalur Pakuntungan antara Mobongo dan Kapitu,’’jelasnya.

Kondisi jalan Amurang-Kapitu dan Teep sangat dilematis. ‘’Setahunya, jalan Amurang-Kapitu adalah tanggungjawab BPJN Manado yang tak lain adalah tanggungjawab pemerintah pusat. Diakuinya, pemerintah pusat tak hanya memperbaiki jalan Amurang saja. Tapi, BPJN Manado jangan tinggalkan tanggungjawab diatas,’’ tukasnya berharap.

(andries)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *