Kawangkoan Barat, Fajarmanado.com — Ini gaya pemimpin masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang patut diteladani.
Sebagaimana Presiden Jokowi, yang tak segan turun langsung memantau, melihat dan bahkan masuk got (drainase), Hukum Tua (Kumtua) yang satu ini pun, tak segan turun berbaur bersama masyarakat membangun desa.
Kondratnya sebagai seorang wanita, ternyata tak membatasi semangat dan tekadnya menjadi pemimpin sejati, bergerak dan ikut bekerja.
Sosok srikandi itu adalah Treisje D. Rawung, ST, Kumtua Desa Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan Barat, Minahasa, Sulawesi Utara.
Pemandangan ini disaksikan Fajarmanado.com pada Rabu (5/6/2019) sekitar pukul 10.30 Wita.
Mengenakan kaos dalaman merah, dibalut jaket lengan panjang putih bercorak bunga warna warni, celana panjang di bawah lutut, lengkap dengan topi hitam dan masker merah, Treis, sapaan akrabnya, memimpin langsung pembersihan bahu jalan.
Saat itu, Treis tengah sibuk menghancurkan bagian depan beton yang berfungsi sebagai tempat pot-pot bunga dengan alat yang dikenal dengan sebutan sosokal. Ia bersama sejumlah pria dan wanita.
Sementara itu, beberapa wanita lain juga mengangkat tanah dan bebatuan liar yang berada di bahu jalan sepanjang jalan yang ada di Jaga Tiga dan Empat, lokasi pengecoran bahu jalan. Sekelompok pria lain sibuk mengecor sekitar 40 meter di sebelah Selatan.
“Waduh, mohon jangan difoto,” ketus dia tersipu sambil menghampiri Fajarmanado.com. “Ini memang sudah tugas saya agar realisasi pekerjaan sesuai harapan,” sambung isteri anggota Polri ini.
Sesuai papan proyek yang terpasang, biaya pekerjaan tersebut bersumber dari dana desa Tombasian Atas tahun 2019 sebesar Rp.35.625.100 dengan volume 586 meter.
“Ini bersumber dari 20 persen dana desa tahap pertama,” jelasnya.
APBDes 2019 Desa Tombasian Atas bernilai total Rp.1.04 miliar lebih, yang terdiri dari dana desa Rp.700 juta lebih dan lainnya bersumber dari alokasi dana desa (ADD) dan bagi hasil pajak dan retribusi.
“Tapi, tidak semua dana desa akan dialokasikan pada pembangunan infrastruktur. Ada penyisihan dana 50 juta untuk Bumdes, seperti halnya tahun lalu,” jelasnya.
Ia mengatakan, sesuai visi dan misinya, dana desa tiap tahun dialokasikan pula untuk membukaan dan pembangunan jalan usaha tani menuju sumber mataair desa di perkebunan Sala.
“Jika tahun lalu hanya 650 meter, tahun ini 850 meter. Ditambah dengan tahun 2017 lalu 1 kilometer maka akan menjadi total panjang 2,5 kilometer,” jelasnya.
Pembangunan jalan usaha tani tersebut, lanjut Treis, akan terus dilakukan setiap tahun dengan target tembus ke perkebunan di sebelah Barat Bukit Kasih Kanonang dan Desa Kanonang.
“Potensi lahan pertanian di kawasan itu sangat besar. Jadi, apabila akses jalan usaha tani ini terbuka maka akan menghemat mobilisasi hasil-hasil pertanian dan perkebunan pasca panen sehingga menambah pendapatan masyarakat,” jelas wanita enerjik, dialogis dan simpatik itu lagi.
Penulis: Herly Umbas