Manado, Fajarmanado.com–Putra Sulawesi Utara ini, dinilai sangat layak meneruskan program Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS). Bukan di daerah asal, Nyiur Melambai tapi di Filipina.
Nama adalah Dr. Frits Herman Pangemanan MSc, PhD, pengasong koran dan mantan jurnalis yang puluhan tahun berkiprah di kancah nasional dan internasional ini.
Sosok low profile ini, dinilai amat layak dilirik pemerintahan baru Indonesia, Presiden Prabowo Subianto.
Sebagaimana Almarhum Dr. Sinyo Harry Sarundajang SH dilantik Presiden Ir. Joko Widodo pada tahun 2018 sebagai Duta Besar Filipina, maka adalah cukup pantas Presiden Prabowo memberdayakan Dr. Frits Herman Pangemanan MSc menduduki jabatan yang ditinggalkan meninggal dunia oleh SHS pada 13 Februari 2021 tersebut.
Forum INSPIRASi Rakyat Sulut (FIRAS) yang terdiri dari tokoh tokoh PERS, perwakilan LSM, ormas maupun tokoh adat di daerah ini menegaskan Dr. Frits Herman Pangemanan MSc, PH.D cukup pantas dan layak dipercayakan posisi sebagai Duta Besar Filipina.
Koordinator FIRAS, Ramon Wowor menjelaskan dasar atau alasan apa sehingga menominasikan Putra Minahasa yang telah berkiprah 20 tahun lebih di Manila Filipina.
Menurutnya, Dr. Frits Herman Pangemanan (FHP) pernah lima tahun wartawan Koran The Jakarta Post dan mempunyai basic pendidikan yang sangat mumpuni.
FHP meraih gelar Master (S-2) dan dua gelar S-3 yaitu Doctor dan PhD di lembaga perguruan tinggi ternama di Manila Filipina.
Sebagai cendekiawan, ketokohan dan karya FHP sudah sejajar dengan tokoh ilmuwan Asia.
Keunggulannya sebagai ilmuwan sudah mencetak karya karya ilmiah, penelitian dan buku berkelas dunia.
Sebagai dosen, peneliti, penulis dan editing tercatat sudah mencapai 20 buku berbahasa Inggris dihasilkannya.
Dubes Filipina tahun 2018, Dr. SHS pun pernah meperkenalkan Dr FHP di suatu acara besar di Manila.
Ia menyebut bahwa FHP, putra kawanua ini, selain mempunyai pendidikan tinggi dua gelar S-3, juga sering jadi nara sumber berbagai forum ilmiah benua Asia, rajin penelitian dan telah mencetak karya karya buku ilmiah bertarafinternasional.
Para personil FIRAS, diantaranya tokoh pers, Drs Voucke Lontaan, yang kini Ketua PWI Sulut, tak ragu mensupport cendekiawan FHP bisa dipercayakan pada posisi Dubes Filipina.
Voucke Lontaan yang mengikuti alur biodata, melihat Dr. FHP cukup kompeten karena levelnya sudah sejajar ilmuwan Asia. Terlebih ada cukup waktu membantu bekerja di Kedubes RI di Filipina dan sudah bercokol puluhan tahun di Manila, serta punya link link tokoh pemerintahan, pendidikan, politik dan Jenderal Jenderal Di negara tetangga itu.
“Keunggulannya adalah jaringan yang dimiliki FHP dari berbagai strata masyarakat Filipina,” ujar Ramon Wowor, yang juga wartawan senior ini.
Tokoh masyarakat adat, Tonaas Brigade Manguni, Drs Tenny Rumbayan juga tak menyangsihkan kemampuan Dr. FHP. Ia pun menyatakan siap bantu mendorong sampai ke Pusat.
Perwakilan LSM, David Siar dari NCW & Perhamlih Sulut berharap agar ada putra Sulut seperti Dr FHP dapat mengisi jabatan Dubes Filipina agar ada mahasiswa Sulut bisa peroleh beasiswa belajar ambil S-2 dan S-3 di Manila.
“Minimal ilmuwan asal Sulut bisa diikutkan pada fit and proper test (FPT) di Kemenlu,” ujar David yang mengharapkan sekali aspirasi rakyat Sulut bisa didengar Presiden Prabowo Subianto.
Begitupun, Phill M. Sulu, wartawan senior mantan Pemimpin Redaksi Obor Pancasila dan wartawan Tempo era tahun 1980-an.
“Kita sangat respect terhadap FHP,” komentar Om Phill, sapaan karib sesepuh Forum Wartawan Senior (ForWarS) Sulut ini.
Om Phill yang juga dikenal penulis Buku Permesta menilai Doktor Frits adalah seorang cendekiawan Katolik.
Bekas pengasong koran, termasuk surat kabar Obor Pancasila dan Majalah Tempo itu kini layak disematkan sebagai salahsatu putra terbaik Sulut berdarah Minahasa.
Doktor Frits atau FHP ini, memiliki kepakaran yang mumpuni dengan pengalaman dan jaringan yang luas di luar negeri, terutama di Filipina.
Meski demikian, dia tetap rendah hati. Ibarat padi, semakin berisi kian menunduk.
“Saya sering berinteraksi dengan beliau lewat medsos. Sangat layak jadi Dubes RI di Filipina,” ujar Om Phill yang kini aktif di bidang kerohanian.
[**/heru]