Merebut Minahasa-1, Orang Langowan Masih Pro-Kontra

Ronny Raturandang, warga Amongena Langowan
LANGOWAN, Fajarmanado.com – Momentum pemilihan kepala daerah (pilkada) kabupaten Minahasa tahun 2018, saat ini menjadi topik pembicaraan dimana-mana, termasuk di Langowan Raya. Dari berbagai diskusi mengenai pilkada, baik di media sosial maupun percakapan antarkelompok masyarakat di Langowan, terkesan masih pro kontra.

Sejumlah kalangan mengusulkan agar orang Langowan dapat memanfaatkan momentum pilkada untuk merebut jabatan Bupati Minahasa. Sementara kalangan lainnya bersikap realitis, dan mengusulkan sebaiknya orang Langowan merebut jabatan Wakil Bupati Minahasa.

Ronny Raturandang, warga Langowan asal Desa Amongena, dan Jack Londa, warga Desa Tounelet, bersama warga lainnya, ngotot mengusulkan agar warga Langowan fokus untuk merebut jabatan bupati. Dengan alasan, bila orang Langowan yang menjadi bupati, maka bisa mendapat kekuasaan yang lebih besar sebagai pengambil keputusan.

“Sebab kalau hanya menjadi wakil bupati, tidak memiliki power untuk mengambil keputusan,” ujar Raturandang, yang juga dibenarkan Jack Londa. Keduanya sepakat untuk menggelar konvensi, untuk menentukan siapa orang Langowan yang akan didukung sebagai calon bupati Minahasa.

Sementara itu, kalangan lainnya bersikap realistis dan rasional. Audy Tololiu, warga Desa Walantakan, mengungkapkan, kalau melihat kondisi politik dan sosiologis masyarakat Langowan, maka jabatan yang paling tepat adalah Wakil Bupati.

“Untuk saat ini, harus diakui belum ada bakal calon Bupati asal Langowan yang memiliki elektabiltas dan popularitas yang cukup untuk bertarung di Pilkada Minahasa. Begitu pula dalam hal dukungan partai politik, dimana bargaining position orang Langowan sangat lemah. Yang menjadi petinggi partai untuk menentukan siapa yang bisa dicalonkan masih diragukan. Karena orang Langowan yang jadi pemimpin partai hanya sebatas ketua DPC, seperti Denny Tombeng. Sedangkan untuk menentukan menjadi calon, setidaknya dia harus memimpin partai di tingkat provinsi,” tutur Audy Tololiu.

Hal senada disampaikan Veldri Pirie, warga Desa Tumaratas. Menurut dia, memang akan lebih baik merebut jabatan Wakil Bupati, daripada merebut jabatan Bupati. “Daripada merebut Bupati lalu kalah. Masih lebih baik merebut Wakil Bupati, yang penting menang. Kan sudah banyak pengalaman, wakil bupati akhirnya bisa menjadi bupati,” ujar Veldrie.

Jeffry Th. Pay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *