FajarManado.News, Jakarta — Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung “bernyanyi” soal pemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia yang terseret dalam kasus MBG bersama dua rekannya yang juga petinggi salahsatu program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu, yakni Dadan Hindayana dan Sonny Sonjaya, bahkan menyebut Nanik S Deyang, rekan wakil ketuanya, memiliki banyak dapur MBG.
Tak sampai di situ, Nanik yang ditunjuk menjadi Ketua MBG mengganti Dadan Hindayanan, yang akhirnya mundur ini, disebut Lodewyk berani mencatut nama Presiden Probowo Subianto.
“Karena saya mau jelaskan ini, Ibu Nanik itu juga punya dapur. Dia setiap saat telepon saya waktu itu dan dia gunakan itu namanya Pak Presiden ‘Ini punya Pak Presiden, ini punya Pak Presiden, Ibu ini temennya Pak Presiden’,” kata Lodewyk ketika hadir secara daring pada Sidang Praperdilan di Jakarta Selatan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Lodewyk mengatakan, informasi ini perlu diungkap secara terbuka di hadapan majelis hakim dalam sidang agar semua mengetahui dinamika internal BGN agar segala persoalannya jadi terang benderang.
“Saya harus bicara apa adanya di sini sehingga jelas ya, biar jelas semuanya ini,” tegas purnawirawan jenderal bintang dua TNI ini.
Ia kemudian memaparkan struktur pimpinan MBG di bawah kendali Dadan Hindayana.
Menurutnya, BGN di bawah kepemimpinan Dadan sempat punya tiga wakil kepala yang dilantik pada 17 September dengan pembagian portofolio tugas berbeda.
“Saya ditunjuk oleh Pak Dadan sebagai Waka BGN bidang organisasi dan hubungan antar lembaga. Kemudian Pak Sony (Sony Sonjaya) bidang operasional, kemudian Ibu Nanik itu investasi. Jadi kegiatannya jadi tiga ya. Kami bertiga wakil itu membantu Pak Dadan,” kata Lodewyk.
Bantah Intervensi Pengadaan
Dalam kesempatan itu, Lodewyk dengan tegas membantah soal tudingan yang menyebut dirinya melakukan intervensi terhadap pengadaan barang dan jasa di BGN, karena posisinya sebagai wakil kepala tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi proses pengadaan.
“Saya paham betul bahwa saya ini hanya wakil. Sehingga saya tidak mungkin mengintervensi pengadaan-pengadaan itu. Terus terang saya rapat pengadaan itu tidak pernah diundang. Saya tidak pernah ikut dalam rapat pengadaan,” jelas Lodewyk.
Lodewyk mengaku, dia hanya pernah sekali ikut dan memimpin rapat. Tapi rapat itu berkaitan dengan teknologi informasi (IT) yang digelar di Gedung Kementerian Pertanian untuk membahas perangkat IT yang akan diserahkan kepada Perum Gizi.
“Saya ingat, saya hanya satu kali saya memimpin rapat itu. Itu di gedung Kementerian Pertanian. Saya pimpin untuk membahas IT ya,” katanya.
“Di situ terus dirumuskan IT apa yang mau diserahkan kepada perum gizi, itu perum gizi atau apa. Dan saya katakan di situ bahwa ini saya tidak akan ikut campur di tempat ini,” sambung Lodewyk
Dia kemudian membeberkan peranan internal lembaga dalam perkara dugaan korupsi program MBG.
Sementara Kuasa Hukum Lodewyk Pusung, O.C. Kaligis juga menyebut bahwa Nanik S Deyang mengkoordinir kepemilikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG.
“Banyak (Nanik punya dapur MBG),” kata OC Kaligis kepada wartawan usai sidang.
Ia juga heran dan mempertanyakan riwayat sakit jantung sehingga Nanik mendadak mengundurkan diri pada Juli lalu. Hal itu, lanjutnya, menimbulkan tanda tanya dan menduga upaya membela diri dengan dalih harus berobat ke luar negeri.
“Tapi dia kan sakit jantung, maka dia cepat-cepat keluar negeri, nggak tahu sakit jantung beneran atau nggak,” jelasnya.
[**/heru]