Jadi Anggota Watimpres, Rocky Gerung: Sikap Saya Tetap, Pandangan Saya Tetap Radikal

Olah Persepsi Publik Agar Sama Dengan Persepsi Presiden

Rocky Gerung buka suara usai dilantik jadi anggota Wantimpres RI. Foto:Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/cnni/ist.

FajarManado.News, Jakarta–Siapa yang tak kenal Rocky Gerung. Pengamat kritis ini dilantik sebagai salahsatu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Usai dilantik, Jumat, 2 Oktober 2026, Rocky buka suara terhadap tugas yang dipercayakan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Putra asal Sulawesi Utara (Sulut) ini mengatakan tugas barunya sebagai anggota Wantimpres adalah untuk mengolah persepsi publik agar sama dengan persepsi Presiden Prabowo.

“Mengolah persepsi itu supaya sama dengan persepsi presiden. Kan sering kali itu persepsi publik itu berbeda,” ujar Rocky kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta.

Sosok yang dijuluki sebagai “Presiden Akal Sehat” ini  menjawab pertanyaan tugas yang diamanahkan Prabowo kepadanya sebagai bagian dari Wantimpres.

“Pesan khusus diberikan oleh Pak Presiden bahwa pertimbangan dewan mempunyai kedudukan etis, bukan teknis,” ungkapnya.

Kedudukan etis ini diartikan Rocky sebagai kemampuan untuk melihat ekses-ekses (celah) dari kebijakan pemerintah, yang kemudian menjadi dasar bagi dewan untuk memberikan pertimbangan arah kebijakan agar sesuai dengan visi presiden.

Selain itu, katanya, Wantimpres juga memiliki fungsi politik, yakni memonitor situasi politik dan kebudayaan.

Namun, semua hal yang dibicarakan dalam dewan didasari tanggung jawab etis perseorangan anggota, bukan kelompok.

Oleh karena itu, tanggung jawab pertama sebagai anggota dewan, lanjut dia, adalah untuk mengambil jarak dari peristiwa-peristiwa konkrit.

“Jadi dewan ini bukan untuk melayani pertanyaan-pertanyaan konkrit harian. Diperlukan kontemplasi, diperlukan evaluasi, bahkan diperlukan kemampuan untuk berfantasi tentang masa depan republik,” jelasnya.

Rocky kemudian mengibaratkan Wantimpres seperti komite pengawasan dalam sebuah perusahaan, namun fokusnya pada urusan publik sehingga perlu adanya keahlian agar memiliki ketajaman dalam menjalankan tugas ini.

“Keahlian yang diperlukan, kualitas tombak harus diandalkan, dan yang paling penting adalah menunjukkan tanpa ragu-ragu apa yang salah dalam persepsi publik terhadap kekuasaan dan bagaimana kekuasaan mengolah persepsi itu menjadi positif bagi negeri,” ungkap Rocky.

Lulusan Ilmu Filsafat UI ini selanjutnya menegaskan bahwa isu pengelolaan yang dimaksudkan adalah untuk menempatkan isu dalam koridor etis, bukan politis.

Hal ini karena dewan memiliki posisi yang berbeda dengan kabinet.

“Mengolah isu untuk diletakkan pada koridor etis. Kalau koridor politis itu di kabinet. Jadi kemampuan individu untuk menampung bahkan masalah batiniah, itu menjadi andalan dari dewan ini,” katanya.

Persoalan etis, teknis, serta perbedaan tugas dewan dan kkabinet dijelaskan ulang oleh Rocky ketika menjawab ppertanyaan lain dari wartawan.

Pertanyaan itu menyinggung soal kemungkinan adanya pengaruh kepentingan politik tertentu pada dewan.

Rocky berpandangan bahwa Wantimpres tidak terpengaruh karena pelayanannya bersifat etis, yang berarti wajib normatif. Dewan tidak memiliki tugas untuk meliput kebijakan teknis, karena kewajiban tersebut sudah dimiliki oleh kementerian.

Wantimpres, menurutnya, justru hadir untuk mengawasi arah kebijakan agar sesuai dengan janji kampanye dan tema yang diinginkan Presiden.

“Nah kita monitor itu, persepsinya tiba di publik sama nggak tuh. Kalau tidak sama berarti ada kekurangan komunikasi, diperbaiki. Kita membuat pertimbangan itu buat presiden, bukan kita yang memperbaikinya,” kata Rocky, dikutip CNN Indonesia.

Kritis, bukan mengkritik, juga menjadi poin yang beberapa kali dititikberatkan Rocky soal fungsi dewan.

“Karena itu tugas dewan tadi saya terangkan dengan sempurna dan kalian tidak denger dengan sempurna, dia mengandalkan kepekaan etis dan kemampuan untuk melihat detail persoalannya di mana. Dan itu yang dijadikan pertimbangan tuh,” tegasnya.

Dikenal vokal dalam mengkritik pemerintah selama ini, bagaimana dengan sikapnya telah masuk dalam pemerintahan, Rocky mengakui sikapnya tak akan berubah meski kini menjadi anggota Wantimpres.

“Saya cuma pindah dari luar ke dalam. Apa bedanya? Iya, sikap saya tetap, pandangan saya tetap radikal, break,” ucap Rocky dengan intonasi khasnya.

[ist/heru]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *