FajarManado.News, Manado–Sinergitas Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) dengan Pemerintah Pusat terus berbuah manis bagi masyarakat kurang mampu di daerah Nyiur Melambai ini.
Kepiawaian Gubernur Yulius Selvanus, SE melobi berbagai program kesejahteraan rakyat kali ini menghasilkan lonjakan kuota di sektor pembangunan perumahan dan pemukiman untuk tahun 2026 ini.
Faktanya, kuota program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terungkap melonjak drastis. Progam yang dikenal dengan Bedah Rumah ini, naik signifikan. Jika tahun 2025 hanya 747 unit, maka pada 2026 ini naik tajam menjadi 10.800 unit.
Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 1.346 persen atau 10.053 unit dibanding tahun lalu.
Kabar ini terbuat dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Perumahan dan Pemukiman Sulut 2026 yang digelar di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado pada Rabu, 30 September 2026.
Rapat membahas berbagai program perumahan dan pemukiman, yang mencakup BSPS, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), penanganan kawasan kumuh, peningkatan sanitasi, Kredit Program Perumahan, hingga pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Khusus target program 10.800 unit BSPS, 4.533 unit sudah dalam tahap pengerjaan, dan 224 unit telah tuntas 100 persen dengan realisasi anggaran tercatat Rp95,28 miliar, atau 41,83 persen dari total pagu sebesar Rp227,81 miliar.
Gubernur Yulius Selvanus, mengingatkan, lonjakan kuota ini harus diikuti dengan koordinasi yang kuat dari semua stakeholder, baik pemerintah provinsi, Kabupaten/Kota, balai teknis maupun para mitra terkait.
“Keberhasilan tidak diukur dari besarnya angka maupun anggaran, melainkan dari sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tandas Gubernur Yulius Selvanus.
Penataan Kawasan Kumuh
Program perumahan di daerah ini, ternyata tidak berhenti pada membangun rumah, tetapi juga menata lingkungan tempat warga tinggal.
Terungkap dalam rakor tersebut bahwa salah satu fokus utama adalah penanganan kawasan kumuh di Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Program ini menyasar area seluas 18,09 hektare dengan pagu anggaran Rp6,2 miliar.
Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Kemen PKP), Rini Dyah Mawarty, menyampaikan proses pengadaan sedang berjalan dan kontrak konstruksi ditargetkan ditandatangani 7 Oktober 2026.
Berbarengan dengan itu, program sanitasi ikut menjadi prioritas. Di Bolaang Uki, 81 unit fasilitas sanitasi akan dibangun dan ditingkatkan yang meliputi Desa Sondana, Tolondadu, dan Tabilaa.
“Secara keseluruhan, target kawasan ini mencapai 200 unit dengan progres fisik 24,52 persen,” ungkap Mawarty.
Selain Bedah Rumah dan sanitasi, akses kepemilikan rumah juga dibuka lebih lebar di daerah ini.
Melalui program FLPP/KPR Subsidi, Sulut mendapat alokasi 14.854 unit, yang rrealisasi tercatat baru mencapai 1.757 unit.
Sementara realisasi KUR Perumahan telah disalurkan kepada 791 debitur dengan total nilai Rp239,735 miliar. Sedangkan embangunan Rumah Susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Manado sementara dimulai.
Namun demikian, ada berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, seperti ketersediaan bahan bangunan dan tenaga kerja.
Sementara dukungan hadir dari Bank BPD Sulut untuk Bedah Rumah. Torang Pe Bank ini disebut telah menyalurkan dana untuk 1.000 unit Bedah Rumah dan berpotensi tumbuh menjadi 2.000 unit di Minahasa, Minahasa Selatan, dan Kepulauan Sitaro.
Dalam menuntaskan berbagai program tersebut tepat waktu, Gubernur Yulius Selvanus mengungkapkan bahwa Pemprov Sulut akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan setiap program berjalan cepat, tepat sasaran, dan membawa perubahan nyata untuk mewujudkan rumah yang layak, lingkungan yang sehat, dan masa depan yang lebih cerah bagi setiap keluarga di daerah Nyiur Melambai ini.
[ist/maxi]