Ratahan, Fajarmanado.com – Warga desak pemerintah optimalkan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) menyusul maraknya pengeboman ikan yang terjadi di perairan laut Maluku, tepatnya di pantai Bentenan.
Dikatakan masyarakat pesisir pantai Bentenan, banyak aktifitas pengeboman ikan yang dilakukan dipantai tersebut. Tak hanya biota laut yang jadi korban, bahkan sampai terjadi korban jiwa.
“Kebanyakan mereka melakukan aktivitas Bom ikan dilakukan tengah malam. Dan itu sangat kedengaran sekali apabila laut sedang teduh,” kata Maxi Pontororing warga setempat, Jumat (3/3/2017).
Dirinya meminta peran pemerintah untuk dapat melakukan patroli di wilayah perairan tersebut dan menindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. Ini untuk melindungi ekosisten laut dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
“Setahu saya ada Pokmawas bentukan pemerintah, tugasnya mengawasi pantai, itu yang seharusnya dimaksimalkan pemerintah untuk memperketat pengawasan wilayah perairan tersebut. Demikian juga harus ada tindakan hukum yang tegas agar supaya pelaku pengeboman ada efek jera,” pintanya.
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Minahasa Tenggara, Djhon Ronsul saat dimintai tanggapan menjelaskan, pihaknya akan memperketat lagi pengawasan pantai melalui Pokmawas.
“Ada sekira enam kelompok di Kecamatan Pusomaen yang melakasanakan pengawasan. Mereka siap melaksanakan jadwal patroli disepanjang perairan tersebut,” ujarnya.
Dirinya mengakui, memang peralatan menjadi kendala dalam melakuka pengawasan. Namun dirinya akan tetap mengupayakan agar pengawasan tetap berjalan dengan maksimal.
“Memang peralatan kurang. Namun kami akan tetap maksimalkan pengawasan pantai,” tuturnya.
Ditambahkan Ronsul, selain Pokmawas yang melakukan tugas pengawasan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan intansi terkait lainnya untuk bersama-sama melakukan pengawasan perairan Bentanan.
“Kita juga akan berkoordinasi dengan Pol Airut, Polres Minsel serta Balai Pengawasan Pantai di Bitung. Dan rencananya alam waktu dekat ini kami akan gelar operasi gabungan,” tambahnya.
(Geri)