Amurang, Fajarmanado.com – Pembangunan Pos Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Minahasa Selatan (Minsel) di pusat Kota Amurang mulai mendapat sorotan. Bangunan pos ‘polisi sipil’ itu justru bakal ditertibkan, dibongkar atau digusur oleh petugas penertiban itu sendiri.
Pasalnya, bangunan itu sendiri secara kasat mata telah telah melanggar aturan karena memakan badan jalan. Posisi selasar bangunannya menjorok masuk kawasan manfaat jalan sekitar dua meter.
Karena itulah, pos Satpol PP baru itu terancam bakal dibongkar Satpol PP sendiri apabila mengacu pada aturan.
‘’Kiapa ini proyek Pos Satpol PP Minsel kong beking di badan jalan. Memangnya tidak ada lokasi lain di Amurang. Kalau dibiarkan sampai rampung, biarlah nanti Satpol PP yang membongkarnya sendiri,’’ komentar Ruddy, sopir Amurang-Tumpaan, Kamis (17/11).
Menurut Ruddy, kehadiran pos tersebut amat mengganggu kelancaran arus lalulintas. Mobil angkutan umum trayek Amurang-Tumpaan menjadikan kawasan itu sebagai tempat mangkal selama ini.
Jika dibiarkan dibangun sampai rampung pasti akan mengganggu kelancaran arus lalulintas di kawasan pusat ibu kota Minsel ini.
“Ini aneh bin ajaib. Kalau mengikuti aturan, Satpol PP yang akan menggusur dan membongkar posnya sendiri apabila akan dilakukan penertiban di kawasan pusat kota nanti,” kata Andry, sopir lainnya.
Mereka kemudian menyarankan agar instansi berkompeten dapat memantau dan meninjau kembali lokasi dan letak bangunan tersebut karena telah mengganggu kelancaran arus lalulintas, selain mengganggu kerapian penataan kota.
Heidy Komolontang, warga Ranoiapo juga menyatakan bingung melihat posisi pembangunan Pos Satpol yang berada seputaran Gedung Teguh Bersinar Amurang ini. “Kiapa, memangnya di Amurang tidak ada lokasi layak dibangun pos seperti ini,’’ tanya Heidy.
Camat Amurang, John Mononimbar, SH MM dikonfirmasi mengaku tidak tahu soal proyek di depan Teguh Bersinar Amurang tersebut. “Silahkan Tanya ke Satpol PP atau Dinas PU,” katanya.
Ia mengaku tidak tahu menahu dengan kegiatan pembangunan tersebut. Selama ini, katanya, ketika ada proyek di wilayahnya tak ada satu pun kontraktor yang melapor atau pamit untuk bekerja.
Sementara itu, sejumlah masyarakat juga mempertanyakan keabsahan proyek tersebut karena tidak dilengkapi dengan papan proyek, sebagaimana layaknya proyek-proyek pemerintah, “Jadi terkesan proyek misterius,” ujar Andry.
(andries)